klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

KKP Bentuk Jejaring Penyelamatan Mamalia Laut di Pesisir Perairan Tulungagung

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Kegiatan Bimtek yakni memeriksa kondisi mamalia laut yang terdampar.
Kegiatan Bimtek yakni memeriksa kondisi mamalia laut yang terdampar.

KLIKJATIM.Com | Tulungagung - sejumlah pemangku kebijakan dan kelompok masyarakat di sekitar perairan laut Tulungagung mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) penyelamatan Mamalia Laut, yang dilaksanakan selama dua hari mulai Selasa (28/09) hingga Rabu (29/09) di Pantai Popoh Tulungagung.

[irp]

Hal ini disampaikan oleh Sub Koordinator Kelompok Perlindungan Jenis Ikan, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), Muhammad Subhan Wattiheluw, yang ditemui di lokasi pada Rabu (29/09) sore.

Subhan mengatakan, dalam Bimtek kali ini pihaknya memberikan peningkatan kapasitas kepada pemangku kepentingan di Tulungagung dan sekitarnya serta kelompok masyarakat di sekitar pantai Popoh Tulungagung, agar memiliki kemampuan untuk memberikan pertolongan kepada mamalia laut yang terdampar di Pantai.

"Kita berikan peningkatan kapasitas kepada pemangku kebijakan, sehingga bisa memberikan pertolongan pertama saat ada mamalia laut terdampar di perairan Tulungagung," ujarnya.

Pihaknya menyebut, dalam satu tahun terakhir ini sudah ada 3 mamalia laut berukuran sedang yang terdampar di perairan Tulungagung, oleh sebab itulah Bimtek yang dilanjutkan dengan pembentukan jejaring ini dilakukan di Tulungagung.

"Kita lanjutkan dengan membentuk jejaring, sehingga bisa memudahkan proses evakuasi saat ada mamalia laut terdampar,"ucapnya.

Subhan menjelaskan, peserta diberikan pengetahun mengenai apa yang dilakukan saat menemukan Mamalia laut terdampar, mulai melaporkannya kepada pihak desa, TNI, Polisi hingga dokter hewan jika ada.

Selanjutnya peserta diminta untuk melihat kondisi mamalia laut, jika bisa langsung dikembalikan ke laut maka itu yang harus dilakukan, namun jika perlu evakuasi maka dalam Bimtek kali ini peserta mendapatkan materi tersebut.

Pihaknya menilai proses evakuasi Mamalia Laut di Pantai Gemah yang terdampar pada 5 September lalu masih belum sesuai dengan prosedur yang benar, walaupun 2 mamalia laut bisa dikembalikan dan 1 lainnya akhirnya gagal kembali dan mati.

"Kami yang menerima informasi itu melihat masih ada kesalahan dalam penyelamatan,makanya itu kita berikan bimtek hari ini," jelasnya.

Subhan mencatat, terdamparnya Mamalia laut ke daratan disebabkan banyak hal,mulai dari kondisi Mamalia yang sakit, terkena baling baling kapal, kemudian mengejar makanan hingga tersesat saat melakukan migrasi. (rtn)

Editor :