klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kolaborasi Bea Cukai dan Pemkab Dorong Kerajinan Rotan Gresik Diekspor ke Jepang

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Kepala Bea Cukai KPPBC TMP Gresik, Bier Budi Kismulyanto saat melihat produk kerajinan rotan Menganti yang hendak diekspor ke Jepang
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Kepala Bea Cukai KPPBC TMP Gresik, Bier Budi Kismulyanto saat melihat produk kerajinan rotan Menganti yang hendak diekspor ke Jepang

KLIKJATIM.Com | Gresik — Bupati Gresik  Fandi Akhmad Yani  menghadiri acara pelepasan ekspor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kerajinan rotan di Pendopo Kecamatan Menganti. 

[irp]

Kerajinan rotan ini merupakan hasil produksi dari umkm Desa Putat Lor dan Desa Domas di Kecamatan Menganti yang rencananya akan diekspor ke Jepang. 

Kepala Kantor Bea Cukai Gresik, Bier Budi Kismulyanto mengatakan jika kegiatan ekspor kali ini merupakan yang ke 16 sejak klinik ekspor Bea Cukai Gresik berdiri, Sebelumnya Bea Cukai Gresik juga telah mengfasilitasi pelaku UMKM yang bergerak disektor kuliner, hasil pertanian dan fashion mencicipi gurihnya pasar internasional.

“Melalui layanan klinik ekpsor Bea Cukai Gresik terus mendorong agar pelaku UMKM bisa menembus pasar internasional. Tentu saja, dengan semakin banyak pasar yang disasar akan meningkatkan produktivitas maupun permintaan,” kata Kepala Kantor Bea Cukai Gresik, Bier Budi Kismulyanto.

Bea Cukai Gresik juga tidak pernah berhenti untuk memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat khususnya pelaku UMKM apabila ekspor itu mudah. Hal ini dibuktikan dengan intensinya petugas Bea Cukai Gresik untuk masuk kedesa-desa guna mencari potensi produk baru yang bisa di ekspor.

“UMKM yang sudah berani ekspor tentu sudah memiliki kemandirian dan nilai kebanggaan. Kabupaten Gresik sejauh ini kami lihat potensinya sangat banyak, untuk itu Bea Cukai Gresik bersama pemerintah daerah akan terus bergandengan tangan mengembangkan potensi UMKM,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Bupati Fandi Akhmad Yani merasa bangga, meskipun ditengah situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini tidak menjadi penghalang bagi pelaku umkm Kecamatan Menganti untuk go internasional. 

Disamping itu, pihaknya  juga mendorong agar para pelaku umkm untuk berinovasi dalam kegiatannya ditengah pandemi. Ia  juga berpesan agar pelaku UMKM untuk terus mengedepankan kualitas produknya. 

“Bapak Ibu Fokus dalam kualitas produk, karena hal ini adalah sumber dari UMKM itu sendiri,” kata Yani, Kamis (30/9/2021). 

Mantan ketua DPRD Gresik itu menegaskan kepada para pelaku umkm tidak merasa takut dengan produk yang sudah  go internasional. 

“Itu nanti akan dibantu dengan sinergitas antara Pemerintah Daerah lewat Diskoperindag bersama Bea Cukai,” ujarnya. 

Para pelaku umkm juga akan dilakukan pendampingan dan kolaborasi dengan berbagai pihak.  Misalnya dalam  hal permodalan, pelaku umkm tidak perlu khawatir karena kolaborasi dengan Bank Daerah akan didorong untuk bisa memberikan fasilitas dengan suku bunga rendah. “Ini akan menjadi konsentrasi kita untuk menjadi fasilitator agar umkm Gresik bisa semakin bangkit ditengah pandemi,” tegas Yani. 

Hal juga dikatakan  Ketua Dekranasda Gresik, Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani. Pihaknya  memiliki tugas pembinaan dan pengembangan dalam pembangunan nasional dan daerah, serta peningkatan ekspor pada produk kerajinan. 

“Panjenengan semua ini hebat, karena produknya bisa mejeng di Jepang dengan estimasi pengunjung ribuan  orang, ini banyak sekali,” ucap Ning Nurul.

Ini  membuktikan bahwa hasil produksi umkm di Kabupaten Gresik  tidak kalah kualitasnya dengan produk dari perusahaan besar. “Dan lewat pameran ini diharapkan bisa mengenalkan produk - produk unggulan Gresik hingga ke dunia internasional,” harapnya. 

Diketahui, kerajinan rotan yang akan diekspor ke jepang ini akan mengikuti pameran Japan DIY Homecenter Show 2021, dimana ini merupakan pameran terbesar di Jepang dengan potensi pengunjung hingga 100 ribu orang.  (ris)

Editor :