KLIKJATIM.Com | Surabaya - UMKM merupakan pasar yang sangat potensial untuk pergudangan multi fungsi. Selain jumlah pelaku UMKM di Indonesia sangat besar, juga masih banyak pelaku UMKM yang bisnisnya tumbuh meskipun ada pandemi. Pasar inilah yang dibidik pengembang Tanrise Property yang merilis pergudangan multifungsi, Tritan.
[irp]
Menurut Hermanto Tanoko, CEO Tanrise Property, banyak UMKM yang memerlukan perluasan tempat usaha untuk mengembangkan bisnisnya. Hal ini menjadi peluang bagi developer untuk menyasar para UMKM sebagai market utamanya. Apalagi, pergudangan selain bisa dipakai untuk bisnis, juga nilai propertinya akan naik terus setiap tahunnya. Sehingga capital gainnya juga menjanjikan.
“Sekarang bunga deposito sekitar 3-4 persen. Sementara pergudangan capital gainya setahun bisa 12 persen. Jadi membeli pergudangan tetap menguntungkan dari sisi bisnis dan investasi. Sebab kalau tidak dipakai sendiri, juga bisa disewakan dengan rate yang tinggj,” kata Hermanto Tanoko saat launching pergudadangan Tritan Hub, (22/9/2021).
Sementara itu, Belinda Natalia, Direktur Utama Tanrise Property menambahkan, saat ini merupakan momentum yang tepat untuk membeli property. Sebab selain harganya masih terjangkau mulai Rp 700-an juta, juga bunga bank masih sangat rendah. Sehingga konsumen tidak berat untuk mencicilnya.
Selain itu, pergudangan Tritan Hub juga dikembangkan dengan konsep baru. Dimana setiap unit yang memiliki luas 6 x 12 meter persegi bisa difungsikan sebagai gudang dan sekaligus kantor. Selain itu juga bisa untuk ruang workshop. Sehingga sangat efisien.
“Ini konsep baru yang pertama kami kembangkan. Atapnya sengaja kami bikin tinggi 7-8 meter sehingga ada bagian yang bisa difungsikan sebagai mezanine yang bisa difungsikan untuk ruang kerja atau office,” kata Belinda Natalia.
Dia mengaku optimis meskipun saat ini masih dibayangi pandemi, Triitan Hub akan mendapat respond bagus. Hingga kemarin, dari 146 unit yang dikembangkan sudah terjual 35 persen. Pihaknya juga menggandeng banyak agen property untuk memasarkan. Setiap unit mmeiliki luas antara 355 – 577 meter kubik.
Selain itu, pihaknya juga bekerjasama dengan banyak bank yang siap memberikan KPR dengan bunga ringan. Sehingga hal ini akan memudahkan konsumen khususnya para UMKM yang ingin memiliki asset sendiri sehingga tidak terus menyewa ke orang lain.
“Target utama kami para UMKM yang ingin mengembangkan usahanya. DI Jatim dan Surabaya jumlahnya cukup banyak. Dengan DP 10 persen dan cicilan hanya Rp 7 jutaan, mereka sudah bisa memiliki gudang sendiri. Sehingga tidak perlu menyewa lagi. Kami juga memberikan guaranty sewa selama tiga tahun,” ujar Belinda Natalia. (ris)
Editor : Redaksi