klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Sambat Kesulitan dapat BBM Bersubsidi, KNTI Gresik Wadul Dewan

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Audiensi KNTI dengan Komisi II DPRD Gresik. (Abdul Aziz Qomar/klikjatim.com)
Audiensi KNTI dengan Komisi II DPRD Gresik. (Abdul Aziz Qomar/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Gresik ramai-ramai wadul ke DPRD Gresik, Kamis (16/9/2021). Pasalnya, para nelayan khususnya di wilayah Gresik Utara mengaku kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

[irp]

"Kami mengharap DPRD ikut mendorong adanya Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) dan stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) dekat dengan perkampungan nelayan," Ketua KNTI Gresik, Sulton saat audensi dengan Komisi II DPRD Gresik, Kamis (16/9/2021).

Disebutkan, problem nelayan di lapangan sebenarnya bermacam-macam dan berbeda antara wilayah. Misalkan di daerah Gresik Utara, yaitu masalahnya terkait jangkauan BBM Bersubsidi.

Kondisi ini berbeda dengan nelayan di pesisir Gresik tengah atau kota, yang menghadapi masalah pencemaran laut akibat dampak industri. Sehingga bisa menjauhkan jangkauan melaut karena ikan di dekat bibir pantai semakin sulit didapat.

"Karena kami (KNTI, Red) yang tahu betul kondisi nelayan di lapangan," imbuh Sulton.

Belum lagi menghadapi cuaca yang tidak menentu. Seperti gelombang tinggi yang menyebabkan nelayan tidak bisa melaut.

Menurut Sulton, jika kondisi cuaca buruk terjadi sekitar 3 sampai 4 bulan, maka nelayan harus parkir perahu sehingga pendapatan tidak ada. "Paling tidak saat cuaca buruk ada bantuan dari pemerintah yang sudah diprogramkan sesuai jumlah nelayan," harapnya.

Sementara itu Anggota Komisi 2 DPRD Gresik, Hamzah Takim mengatakan, dinas perikanan sebenarnya cukup mudah dalam menyelesaikan persoalan BBM bersubsidi. Oleh karena itu semua pihak harus duduk bersama.

"Kami mendorong ada perbup (peraturan bupati) yang memberikan kemudahan kepada nelayan maupun petambak mendapatkan BBM bersubsidi," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Gresik, Markasim Halim Widianto mengaku akan segera menindaklanjuti aspirasi pera nelayan dengan dinas terkait, yakni Dinas Perikanan.

"Kami akan fasilitasi teman-teman nelayan audensi dengan dinas perikanan," tandas Markasim. (nul)

Editor :