KLIKJATIM.Com | Gresik - Polres Gresik dan personel SAR Gresik menghentikan kegiatan pencarian korban bunuh diri di Bengawan Solo, Sabtu (18/1/2020). Penghentikan ini dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam melakukan pencarian korban tenggelam.
"Sudah seminggu kami melakukan pencarian korban bunuh diri yang terjun ke Bengawan Solo dari Jembatan Sembayat. Sejauh ini belum ditemukan tanda-tanda mengenai mayat korban," kata Kasubag Humas Polres Gresik, AKP Hasyim Ashari.
[irp]
Disebutkan, tim pencarian korban yang terlibat terdiri dari Satpolairud Polres Gresik, Basarnas, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Gresik, serta masyarakat dan pihak keluarga korban. Sejak dilaporkan menceburkan diri ke Bengawan Solo dari atas Jembatan Sembayat, Minggu (12/1/2020) sore, pihaknya terus menyisir sungai dan Daerah ALiran Sungai (DAS) Bengawan Solo.
"Hari ini telah memasuki hari ketujuh. Bila belum juga ditemukan, maka sesuai SOP pencarian korban akan dihentikan," jelas Hasyim Ashari.
[irp]
Lebih lanjut, Hasyim mengatakan, proses pencarian akan dilanjutkan apabila pada hari ketujuh ditemukan tanda-tanda korban. Di antaranya kaos, sarung atau lainnya yang digunakan korban saat lompat dari jembatan.
"Hingga hari ketujuh kami tidak menemukan tanda-tanda apapun yang berhubungan dengah korban," ucap mantan Kapolsek Panceng dan Menganti ini.
Seperti diberitakan sebelumnya pada hari Minggu (12/1/2020) sekitar jam 15.00 Wib, Muhammad Fuad Thoifi Ihsan, (22), warga Desa Abar Abir, Kecamatan Bungah, melompat ke Bengawan Solo dari Jembatan Sembayat Manyar. Dari pengakuan Zainul selaku orang tua korban, pemuda tersebut mengalami tekanan batin karena keinginannya untuk mendapatkan pekerjaan belum terwujud hingga akhirnya frustrasi dan melakukan aksi nekad tersebut. (iz/nul)
Editor : Redaksi