KLIKJATIM.Com | Ponorogo - Aplikasi Peduli Lindungi selama sepekan ini sudah mulai diterapkan di Terminal Seloaji Ponorogo. Namun, pihak pengurus terminal type A tersebut mengaku bahwa banyak mengalami kendala.
[irp]
"Banyak pintu kalau di terminal. Tidak seperti di stasiun, bandara maupun pelabuhan," ujar Kepala Terminal Seloaji Ponorogo, Eko Hadi Prasetyo, Jumat (10/9/2021).
Sehingga petugas harus jemput bola. Petugas berusaha mendatangi armada dengan membawa alat barcode ke dalam bus. Sehingga mengetahui bahwa penumpang sudah divaksin atau belum.
"Nanti di atas masih kami sosialiasi tentang aplikasi. Itupun masih ada kendala. Karena penumpang bus itu tidak semua mempunyai handphone yang memadai," katanya.
Terkadang, lanjut dia, handphone tidak mendukung. Atau bisa handphone sudah android tapi RAM tidak memadai untuk menginstal. Juga tidak mempunyai paketan untuk menginstal.
"Masalah juga kalau sudah berhasil instal. Ada kode OTP tapi tidak kunjung diterima. Bus sudah mulai jalan," terangnya.
Ada pula yang penumpang mau berangkat mepet waktu. Berbagai alasan dikemukakan. Mulai dari tidak keburu waktu sampai sudah dijemput.
"Tetapi juga ada yang mempunyai kartu vaksin. Ditunjukkan ke petugas ya kami terima. Kami fleksibel saja," bebernya.
Eko menyebutkan tidak terlalu kaku dalam menerapkan aplikasi Peduli Lindungi. Apalagi bagi penumpang lansia yang mau ke pasar dan hanya menggunakan AKDP.
"Lain bus-nya AKAP ya lintas provinsi ya. Harus ada aplikasi itu. Atau menujukkan kartu vaksin," pungkasnya. (nul)
Editor : Fauzy Ahmad