klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

GoTo Bantu 10 Unit Alat Konsentrat Oksigen ke Pemkab Sidoarjo

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menerima bantuan secara simbolis yang diserahkan Chief Public Policy and Government Relations, GoTo, Shinto Nugroho
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menerima bantuan secara simbolis yang diserahkan Chief Public Policy and Government Relations, GoTo, Shinto Nugroho

KLIKJATIM.Com | SidoarjoGoTo, melalui organisasi nirlaba Yayasan Anak Bangsa Bisa yang didirikan Gojek menyerahkan 10 unit konsentrator oksigen bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo Kamis (26/8/2021). Bantuan diterima Bupati SIdoarjo Ahmad Muhdlor Ali.

[irp]

Secara keseluruhan, Provinsi Jawa Timur akan mendapatkan 95 unit yang didistribusikan juga ke Pemkot Surabaya, Pemkot Malang, Pemkab Jombang, dan Pemkot Madiun. Pada tahap sebelumnya, GoTo telah menyerahkan 200 unit konsentrator oksigen kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes).

Selanjutnya penyerahan 175 unit ke Pemprov Jabar serta 65 unit ke Pemkot Yogyakarta, Pemkab Bantul, Sleman dan Kulon Progo serta Pemkot Surabaya sebanyak 35 unit. Penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari semangat gerakan #BangkitBersama, yang diinisiasi oleh GoTo, sebuah gerakan yang bertujuan  untuk membantu masyarakat Indonesia dalam penanganan COVID-19 melalui ekosistem GoTo, dan mendukung masyarakat, termasuk UMKM dan Pekerja Sektor Informal, untuk dapat bangkit kembali seusai pandemi COVID-19, sekaligus membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.

Di dalam program bantuan konsentrator oksigen ini, GoTo juga turut menggandeng Sequoia India serta sejumlah startup di bawah naungan perusahaan modal ventura tersebut.

Bupati Sidoarjo,  Ahmad Muhdlor Ali mengapresiasi bantuan konsentrator oksigen yang diberikan oleh pihak GoTo dalam penanganan pandemi COVID-19. “Hari ini GOTO Indonesia memberikan bantuan berupa konsentrator oksigen bagi Kabupaten Sidoarjo. Harapannya bisa diikuti oleh teman-teman pengusaha lainnya karena Pandemi ini tidak akan selesai tanpa kolaborasi yang masif dari semua stakeholder yang ada termasuk masyarakat juga harus menguatkan satu dengan yang lainnya.” kata Gus Muhdlor.

Dikatakan, Pandemi ini belum usai meski angka penurunannya cukup tinggi. Oleh karena itu, dia meminta masyarakat tidak jumawa dan tetap jaga dan patuhi protokol kesehatan. "Kita akan pikirkan konsentrator oksigen ini akan ditempatkan dimana, namun yang jelas pilihannya rumah sakit atau puskesmas karena memang dibutuhkan disana”, jelas Ahmad Muhdlor Ali. 

Chief Public Policy and Government Relations, GoTo, Shinto Nugroho menjelaskan, penanganan COVID-19 membutuhkan semangat gotong royong yang telah menjadi jati diri bangsa Indonesia. "Kami berharap dukungan kami dapat meringankan upaya Pemerintah dalam menanggulangi COVID-19. Donasi  konsentrator oksigen ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kami sejak awal pandemi terhadap kesiapan dalam penanganan COVID-19 melalui pendekatan yang sistematis dalam mendukung Pemerintah, tenaga medis, mitra, dan karyawan.” kata Shinto.

Ditambahkan, konsentrator oksigen merupakan salah satu dukungan kami dalam aspek perawatan (treatment), setelah sebelumnya kami telah meluncurkan Rumah Oksigen Gotong Royong” yang menyuplai oksigen bagi warga terpapar COVID-19 dengan gejala sedang.

Upaya gotong royong GoTo lainnya dalam gerakan #BangkitBersama adalah mendirikan Rumah Oksigen Gotong Royong pertama dibangun di Pulogadung, Jakarta Timur, yang merupakan inisiasi dari GoTo, KADIN Indonesia, Samator, Master Steel, dan didukung oleh Tripatra, Halodoc dan Yayasan Anak Bangsa Bisa. Fasilitas ini memiliki 500 tempat tidur perawatan, dan masing-masing tempat tidur perawatan mendapat akses oksigen yang langsung disuplai dari pabrik gas Samator.

Presiden Joko Widodo pada tanggal 24 Juli meninjau langsung Rumah Oksigen Gotong Royong dan menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dan gotong royong pelaku usaha dalam menghadirkan fasilitas ini guna mendukung penanganan COVID-19. (ris)

Editor :