klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Perkuat Kolaborasi dengan KEK Mandalika, Menaker Ajak Industri Gabung MagangHub dan Maksimalkan Pelatihan Vokasi

avatar Rozy
  • URL berhasil dicopy
Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, mengajak seluruh pelaku industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika untuk bersinergi melalui platform Program Magang Nasional (MagangHub).
Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, mengajak seluruh pelaku industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika untuk bersinergi melalui platform Program Magang Nasional (MagangHub).

KLIKJATIM.Com | Lombok Tengah – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak perusahaan-perusahaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika untuk bergabung dalam platform Program Magang Nasional (MagangHub). Langkah ini merupakan bagian dari strategi memperluas serapan tenaga kerja sekaligus mencetak lulusan baru (fresh graduate) yang siap bersaing di dunia kerja.

Ajakan tersebut disampaikan Menaker Yassierli dalam forum diskusi Identifikasi Ketenagakerjaan dan Pelatihan di KEK Mandalika yang berlangsung di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (3/7/2026).

"Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci meningkatkan serapan tenaga kerja, terutama di tengah tingginya jumlah lulusan perguruan tinggi setiap tahun," ujar Yassierli.

Guna memperluas dampak positif program tersebut, pemerintah menetapkan target peningkatan jumlah peserta MagangHub menjadi 150 ribu orang pada tahun ini. Usulan peningkatan kuota dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) ini telah mendapatkan persetujuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

"Saya berharap 150 ribu kuota ini juga dapat dimanfaatkan dan terdistribusi oleh teman-teman di Nusa Tenggara Barat secara merata," tambah Menaker.

Menurut Yassierli, platform MagangHub mendapat respons positif dari kedua belah pihak. Evaluasi pelaksanaan program pada tahun 2025 yang diikuti oleh 100 ribu peserta menunjukkan tingkat kepuasan peserta mencapai 86 persen. Sejalan dengan itu, tingkat kepuasan perusahaan terhadap kinerja peserta magang berada di kisaran 85 hingga 86 persen.

"Berdasarkan penilaian perusahaan, terjadi peningkatan kompetensi yang signifikan. Hasilnya, sekitar 30 persen peserta langsung ditawarkan untuk terus bekerja dan diangkat sebagai karyawan tetap di perusahaan tempat mereka magang," jelasnya.

Program MagangHub tidak hanya membantu calon tenaga kerja, tetapi juga mempermudah dunia usaha dalam menjaring talenta yang kompeten dan sesuai kebutuhan operasional. Pemerintah turut memberikan dukungan konkret berupa subsidi serta fasilitasi sertifikasi kompetensi secara gratis melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Investasi dan potensi pariwisata yang terus berkembang di KEK Mandalika diharapkan dapat diisi optimal oleh putra-putri daerah melalui kuota MagangHub tahun ini. Perusahaan maupun lulusan baru yang ingin bergabung dapat langsung mengakses informasi dan mendaftar melalui portal resmi MagangHub Kemnaker.

Bergerak Cepat Atasi Keluhan Kualifikasi Tenga Kerja

Pada kesempatan tersebut, Yassierli menegaskan bahwa Kemnaker bergerak cepat merespons keluhan pengelola KEK dan pimpinan perusahaan mengenai minimnya tenaga kerja lokal yang mengantongi kualifikasi khusus, sertifikasi, serta lisensi standar operasional.

Melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Ditjen Binalavotas), Kemnaker berkomitmen penuh melakukan intervensi total melalui jalur pelatihan vokasi yang bersifat demand-driven (berbasis kebutuhan pasar kerja nyata).

"Kita harus mengubah paradigma pelatihan dari yang bersifat supply-driven menjadi sepenuhnya digerakkan oleh kebutuhan industri penanam modal di kawasan KEK," tegas Yassierli.

Guna merealisasikan target pemenuhan kebutuhan industri tersebut, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur bersama seluruh Balai Latihan Kerja Unit Pelaksana Teknis Daerah (BLK UPTD) binaannya akan disiagakan di garda terdepan.

"BPVP Lombok Timur sendiri memiliki keunggulan utama di bidang kejuruan Pariwisata dan hospitality, serta kejuruan adaptif lainnya yang sangat relevan dengan perkembangan ekosistem kawasan KEK Mandalika," pungkasnya.

Editor :