klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Tuntaskan Masalah Kali Lamong, Pemkab Gresik Mulai Bentuk Timsus

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Bupati Gresik, Sambari didampingi Wakilnya, Mohammad Qosim (dua dari kanan) memberikan keterangan di depan awak media. (Koinul Mistono/klikjatim.com)
Bupati Gresik, Sambari didampingi Wakilnya, Mohammad Qosim (dua dari kanan) memberikan keterangan di depan awak media. (Koinul Mistono/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Rencana penanggulangan masalah banjir akibat luapan sungai Kali Lamong terus dimatangkan. Tidak hanya di tingkat provinsi, namun jajaran di level daerah juga mulai bergerak dengan membentuk tim khusus (timsus). Salah satunya adalah Pemkab Gresik.

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto mengatakan, komitmen untuk menuntaskan permasalahan banjir di wilayahnya terus dilakukan. Terutama bencana banjir di Gresik Selatan.

“Penanggulangan masalah (banjir) di Kali Lamong ini melibatkan banyak pihak. Karena kewenangannya ada di BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai),” ujar Sambari, didampingi Wakilnya, Mohammad Qosim dalam jumpa pres di Kantornya, Jumat (10/1/2020).

[irp]

Kabupaten Gresik sebagai salah satu daerah yang terkena dampak banjir, akan tetap peduli dan siap untuk ikut terlibat dalam melakukan penanggulangan. Bahkan, Pemkab Gresik juga sudah koordinasi dengan Pemprov Jatim.

“Kemarin waktu di Surabaya, kami juga koordinasi terkait hal ini. Dan, untuk menindaklanjutinya kami bentuk tim khusus yang bertugas untuk mengkoordinasikan, masalah penanggulangan sungai Kali Lamong ini dengan pihak-pihak terkait yang memiliki kewenangan di atas lebih tinggi dari kita (Pemerintah Daerah),” paparnya.

Timsus ini akan diketuai oleh Tarso, selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik. Dengan terbentuknya tim ini diharapkan, penuntasan masalah banjir yang kerap melanda daerah setempat ada kepastian perkembangan positif.

[irp]

Selanjutnya, Bupati dua periode ini menegaskan, bahwa Pemkab Gresik juga siap mengalokasikan anggaran untuk keperluan pembebasan lahan. Karena itu, melalui timsus ini akan dikoordinasikan lebih lanjut dan rinci dengan para pihak yang berkepentingan dalam penyelesaian masalah banjir Kali Lamong.

“Sejauh ini kami masih belum mempunyai data terkait lahan yang kira-kira perlu dibebaskan. Dan harapan saya terkait penanggulangan masalah banjir ini ada dokumen perencanaan lengkap, sehingga kami di daerah bisa mengetahui terkait apa yang bisa kami lakukan. Jadi ada dasarnya,” imbuh Sambari.

Perlu diketahui, sungai Kali Lamong ini membentang panjang melewati beberapa kota dan kabupaten. Di antaranya Kabupaten Lamongan, Mojokerto, Gresik dan Kota Surabaya. Untuk panjang sungai yang melintas di wilayah Kabupaten Gresik sekitar 50,7 kilometer. (nul/roh)

Editor :