klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Identitas Mayat yang Dibuang di Tol Kebomas Ternyata Residivis asal Madura

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo saat melihat korban di kamar mayat RSUD Ibnu Sina. (ist)
Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo saat melihat korban di kamar mayat RSUD Ibnu Sina. (ist)

KLIKJATIM.Com l Gresik - Identitas mayat diduga korban pembunuhan yang dibuang di Tol Kebomas beberapa waktu lalu berhasil diungkap jajaran Polres Gresik. Mayat tersebut diduga mantan residivis atau tahanan yang berasal dari Madura.

Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo menerangkan, korban yang mempunyai ciri-ciri tahi lalat di wajah dan 10 jahitan di tangan dipastikan korban pembunuhan.

"Mayat tersebut diketahui bernama Muhammad Mulla alias Ahmad Bin Yusuf (34) asal Sampang Madura. Pria kelahiran Juni 1986 berprofesi petani, mempunyai istri Khotimah yang dikaruniai anak perempuan Selfia tapi statunya cerai," tutur mantan Kapolres Jember itu. 

[irp]

Sebelumnya mayat ditemukan memakai baju dan sarung dengan leher terlilit tali tampar. Polisi kesulitan mengidentfikasi korban karena sidik jari belum terekam di sistem kependudukan.

"Korban mayat ini belum pernah membuat e-KTP, itu sebabnya penting untuk mendaftar dan membuat e-KTP agar terdata," tambah alumni Akpol tahun 2000 itu.

Setelah dengan cara biasa tidak bisa, kepolisian terus melakukan pengungkapan identitas korban dengan menginformasikan di medsos dan media mainstrem. Akhirnya, ada keluarga yang menghubungi media sosial polisi dan ditindaklanjuti dengan menggali informasi dari keluarga. Polisi kemudian mengambil kesimpulan dan mendapatkan data korban.

"Setelah identitas korban didapat, maka selanjutnya akan melakukan penyelidikan pelaku pembunuhan korban ini," sambungnya.

Menurut AKBP Kusworo, dari keterangan dokter, mayat korban tewas karena jeratan tali dilehernya tercekik. Ditemukan mayat sekitar pukul 07.00 pagi, estimasi kematiannya 5 jam ke belakang. Jadi pembunuhannya sekitar pukul 01.00 dinihari.

"5 jam kematian, semenjak mayat itu ditemukan, dan tidak ada kaitannya dengan batu akik, raja, keris dalam hal kematian ini," lanjut Perwira polisi dengan dua melati di pundaknya.

Sampai saat ini kepolisian masih mencari keterangan lebih lanjut untuk mencari tersangka yang diduga pelaku pembunuhan itu.

"Kita masih melakukan pengejaran. Tersangka belum bisa dipastikan berapa orang. Dan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif kasus ini," pungkasnya.

[irp]

Diketahui sebelumnya, pada Sabtu (28/12/2019) lalu telah ditemukan sosok mayat laki-laki tanpa identitas di selokan Jalan Tol Kebomas. Saat ditemukan kondisinya sudah terjerat tali tampar berwarna biru. (iz/bro)

Editor :