KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Satgas Covid-19 Tulungagung mulai menyasar usia muda 12-18 tahun untuk mendapatkan vaksin Covid-19.
[irp]
Berdasarkan data yang disampaikan Dinas Kesehatan Tulungagung, mulai Rabu (04/08) kemarin, 1000 muda mudi di rentang usia tersebut mendapatkan Vaksin Covid-19.
Pelaksanaan vaksinasi dilaksanakan di salah satu SMK dan SMA Negeri yang ada di kabupaten Tulungagung.
Kabid P2P Dinas Kesehatan Tulungagung, Didik Eka mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan dua sekolah tersebut untuk menentukan sasaran vaksinasi.
"Kita sasar 1000 pelajar tingkat SMA SMK di Tulungagung,kita bagi di dua sekolah yakni SMK Negeri 3 Boyolangu dan SMU negeri 01 Kedungwaru," ucapnya.
Didik menyerahkan proses teknis pemilihan siswa maupun siswi yang mendapatkan vaksin pada pelaksanaan hari pertama tersebut, selama yang bersangkutan dalam kondisi sehat.
Masih menurut Didik, untuk siswa siswi lain yang belum mendapatkan vaksinasi pada kesempatan kali ini, diminta agar tidak bersedih sebab jadwal vaksinasi lanjutan sudah disiapkan dan diprediksikan akan dilakukan sebelum bulan depan.
Bahkan Didik yakin, vaksinasi untuk siswa - siswi lainnya bakal dilakukan sebelum 1000 orang yang tervaksin untuk pertama kali ini mendapatkan jatah vaksin kedua mereka.
"Sebelum teman temananya ini dapat dosis kedua, yang lainnya kita yakin sudah mulai mendapatkan dosis pertamanya, jadi ndak sampai sebulan," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Tulungagung - Trenggalek, Solikin berharap vaksinasi kepada pelajar ini bisa menjadi jaminan kesehatan mereka.
Sehingga tidak hanya guru dan tenaga pendidikan saja yang telah mendapatkan vaksin, melainkan juga siswa -siswinya.
"Kita harapkan semuanya segera tervaksin, agar ada jaminan kesehatan di masa pandemi seperti ini,"ucapnya.
Soliki memastikan, 2000 orang tenaga pengajar SMA - SMK yang ada di wilayah kerjanya juga sudah 100% tervaksin, kondisi ini semakin memantapkan pihaknya jika sewaktu waktu ada perintah pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dari Pemerintah Pusat.
Namun pihaknya enggan gegabah dalam pelaksanaan PTM, walaupun misalnya dari Pemerintah Pusat sudah membolehkan pelaksanaanya, namun kondisi kerawanan penyebaran Covid-19 masing masing daerah berbeda.
Oleh sebab itu, restu dari Satgas Covid-19 di daerah masih menjadi hal yang utama dalam pelaksanaan PTM.
"Untuk tatap muka kita tetap menunggu perintah, yang jelas untuk syarat vaksinasinya semua tenaga pengajar sudah kita vaksin dan siap jika sewaktu waktu menggelar tatap muka," pungkasnya. (bro)
Editor : Iman