klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

PMI Tulungagung Latih Relawan Urusi Jenazah Terkonfirmasi Covid-19, Tanpa "Ketakutan"

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Tulungagung—PMI Tulungagung menjadi salah satu relawan yang paling sibuk ketika ada peningkatan jumlah warga Tulungagung yang meninggal dunia di masa penerapan PPKM Darurat hingga perpanjangan di level 4 ini.

[irp]

Sebab tidak sedikit pemerintah desa maupun warga pribadi yang meminta bantuan relawan PMI untuk menguburkan warga yang terkonfirmasi maupun suspect Covid-19 di Tulungagung.

Hal ini diakui oleh Relawan PMI Tulungagung sekaligus Koordinator TIM Layanan Dukungan Psikosial (LDP) Tagana Kabupaten Tulungagung, Imam Safii.

Imam Safii mengatakan, secara umum pihaknya tidak ada masalah dengan permohonan bantuan yang diajukan kepada pihaknya untuk memakamkan jenazah, namun masalah muncul ketika permohonan tersebut datang secara bersamaan.

"Sebenarnya kalau kami ditelpon terus pas tidak berbarengan dengan lokasi lain, ya kami pasti datang tapi masalahannya itu kan kadang bareng dengan lokasi lain,"jelasnya.

Hal ini mengambarkan masih ada relawan Satgas tingkat desa yang masih memiliki ketakutan saat memproses pemulasaraan hingga penguburan jenazah Covid-19, walaupun Imam mengakui tidak sedikit juga relawan Satgas tingkat desa yang telah memiliki keberanian untuk memprosesnya sendiri.

Imam mengakui, ketakutan ini muncul karena masih adanya anggapan jika jenazah bisa menularkan Covid-19, padahal tidak seperti itu.

Menuurtnya, jenazah yang telah dimasukkan ke dalam peti tidak bisa lagi menyebarkan penyakit, bahkan untuk menguburkannya tidak diperlukan ritual khusus.

Tim relawan yang menguburkan jenazah hanya perlu melengkapi dirinya dengan Alat Pelindung Diri (APD) tingkat 1, Imam menyebut tidak perlu sampai menggunakan baju hazmat seperti yang selama ini dibayangkan.

"Takut itu manusiawi tapi jangan sampai ketakutan, itu yang harus diantisipasi, misal untuk jenazah yang sudah di dalam peti itu sudah steril,menguburnya ndak perlu pakai hazmat cukup APD tingkat satu saja," terangnya.

Oleh sebab itu, untuk berbagi pengalaman dengan sesama relawan, pihaknya mempersilahkan Satgas tingkat desa untuk mengajukan surat permohonan pemberian bimbingan teknis dan pelatihan dari PMI kepada relawan Satgas di tingkat desa.

Imam menyebut, hingga saat ini sudah ada 13 desa yang ada di 3 kecamatan yang telah mendapatkan pelatihan dan bimbingan teknis dari PMI untuk proses pemulasaraan hingga penguburan jenazah.

"Itu semua Gratis, tidak dipungut biaya sama sekali, ini hari ini juga baru selesai di 8 desa yang ada di Boyolangu mas, sebelumnya ada 3 desa di kecamatan Kedungwaru dan 2 desa di kecamatan Gondang," pungkasnya. (mkr)

Editor :