KLIKJATIM.Com | Ponorogo - Penegakan aturan larangan menggelar resepsi pernikahan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Ponorogo jadi sorotan. Itu menyusul setelah ada keluarga Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko 'diam-diam' melangsungkan acara resepsi yang dikemas temu manten dengan melibatkan puluhan undangan pada tanggal 25 Juli 2021 kemarin. Bahkan, acara pernikahan keponakan bupati yang sempat dihadiri orang nomor satu di lingkungan Pemkab Ponorogo pada saat ijab kabul tersebut pun viral di media sosial (medsos).
[irp]
Boby Eko Saputro yang merupakan anggota dewan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo mengaku, bahwa dirinya sangat menyayangkan terkait pelaksanaan resepsi pernikahan di keluarga bupati. Sebab, kegiatan pada tanggal 25 Juli 2021 tersebut masih dalam suasana PPKM.
Dan berdasarkan dengan regulasi yang ada, serta petunjuk atau arahan dari Pemkab Ponorogo bahwa untuk acara pernikahan (hajatan/resepsi) masih ditiadakan alias dilarang. "Kan itu yang tandatangan beliau (Bupati) sendiri," ujar Boby, Kamis (29/7/2021).
Namun, lanjut dia, dengan datangnya Bupati Sugiri yang kemudian fotonya viral di medsos tersebut justru menimbulkan presepsi lain di mata publik. Terkesan peraturan yang ada hanya menimbulkan kesenjangan dan ketidakadilan.
Diduga tebang pilih dalam penegakan peraturan. Apalagi dalam klarifikasinya Bupati Sugiri telah menyampaikan, bahwa mempelai pengantin adalah keponakannya.
"Kok seolah-olah peraturan ada hanya menyengsarakan rakyat biasa, dan hanya ajang permainan untuk para pejabat dan keluarganya," kritik Boby dengan pedas.
Senada diungkapkan oleh salah satu MC pengantin, Purbo Sasongko. Dia juga mengaku menyayangkan karena dari foto yang diketahui tampak ada undangan dan terlihat berkerumun.
"Ya saya rasa kurang pas saja. Dimana masih ada pelarangan adanya hajatan pengantin," ungkapnya.
Menurut dia, sampai saat ini juga tidak ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo. Apakah yang berlaku di bumi reog itu PPKM Level 4 atau Level 3.
"Ya, tahunya juga dari pengumuman di Jatim (Jawa Timur). Tapi kalau pernyataan resmi kan tidak ada," kata pria yang juga dalang ini.
Ditambahkan, sikap yang dilakukan oleh Bupati Sugiri pun disayangkan. Pasalnya para pekerja sor terop sudah berusaha sangat mematuhi imbauan pemerintah, tapi dengan kejadian ini malah terkesan lain.
"Kami berusaha mematuhi. Utamanya MC selalu mengimbau, menyampaikan ke masyarakat mari patuh prokes (protokol kesehatan), bermasker, jaga jarak, dan lain-lain. Tapi ya malah hancur lebur karena hal kayak gini," tandasnya. (nul)
Editor : Fauzy Ahmad