klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Bocah Malang Akhirnya Ditemukan di Dasar Embung Tulungagung

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Proses pencarian MA (13) bocah asal Trenggalek yang tenggelam di embung desa Sidem kecamatan Gondang, pada Minggu (18/07) sore kemarin, dilanjutkan hingga Minggu malam.

[irp]

Hasilnya tim penyelam dari Basarnas POS SAR Trenggalek berhasil menemukan MA di dasar embung dalam keadaan meninggal dunia.

Koordinator Basarnas POS SAR Trenggalek, Yoni Fariza mengatakan, sebelum melakukan penyelaman untuk melakukan evakuasi, timnya harus memastikan dulu kesiapan tabung oksigen untuk melakukan penyelaman, setelah sebelumnya oksigen di dalam tabung sempat digunakan untuk proses evakuasi korban di kabupaten lain.

Setelah melakukan penjajakan, kemudian tim menyelam di sekitar lokasi korban terakhir nampak, hasilnya tak butuh waktu lama, korban ditemukan di dasar embung kemudian langsung dievkuasi ke darat dan dibawa ke Puskemas Gondang untuk divisum.

“Baru saja tim kami bubarkan, kami diberi tahu kecelakaan ini. Kami berkemas lagi dan langsung meluncur ke sini,” ujar Koordinator Basarnas Pos SAR Trenggalek, Yoni Fahriza.

Yoni mengatakan, korban ditemuka di dasar embung dengan kedalaman kurang dari 2 meter.

Korban ditemukan di dekat pintu pembuangan embung, sehingga belum sampai pada lokasi dasar terdalam yang diprediksi mencapai 10 meter.

“Kami bawa ke Puskesmas dulu untuk divisum dan proses identifikasi kepolisian,” sambung Yoni.

Awalnya memang muncul dugaan korban ada di kedalaman embung yang sedalam 10 meter, namun ternyata korban masih ada di kedalaman sekitar 2 meter.

“Korban memang dikhawatirkan masuk ke titik terdalam itu. Tapi ternyata ada di bagian yang cukup dangkal, kurang dari dua meter,” ujar Yoni.

Sementara itu, Kapolsek Gondang,AKP Suwancono yang dikonfirmasi mengatakan, sesuai dengan keterangan 3 orang teman korban, sebelum tenggelam korban sempat mandi berdama teman temannyadi embung tersebut.

Kemudian seperti biasa korban menyelam ke dalam, sementara teman teman lainnya menunggu di daratan, namun korban tak kunjung menampakkan diri.

“Menurut teman-temannya, korban ini biasa menyelam. Makanya begitu dia menyelam teman-temannya menganggapnya biasa saja,” terang Suwancono.

Suwancono menyebut, diduga saat itu korban terpeleset karena permukaan embung yang licin tapi teman temannya mengira korban sedang menyelam, sebab selama ini korban dikenal gemar menyelam di embung tersebut.

“Setelah korban tidak muncul ke permukaan, teman-temannya baru sadar korban benar-benar tenggelam,” sambung Suwancono.

Suwancono memastikan, hasil visum menunjukkan tidak ada tanda tanda kekerasan yang dialami korban, kejadian ini terjadi akibat kecelakaan. (bro)

Editor :