klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Bangkitkan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19, Kini Bea Cukai Masuk ke Desa-desa

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai TMP B Gresik Bier Budy Kismulyanto menjelaskan program Bea Cukai Masuk Desa
Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai TMP B Gresik Bier Budy Kismulyanto menjelaskan program Bea Cukai Masuk Desa

KLIKJATIM.Com | Gresik – Tak bisa dipungkiri lagi bahwa pandemi Covid-19 telah melumpuhkan perekonomian dunia tak terkecuali di Indonesia. Bahkan banyak usaha-usaha yang harus gulung tikar akibat pandemi tersebut.

[irp]

Hal itulah yang juga membuat Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai TMP B Gresik hadir dan secara langsung terjun ke desa-desa untuk membantu mendorong pemulihan ekonomi lewat sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Kalau dulu ada ABRI Masuk Desa, sekarang Bea Cukai Masuk Desa,” ujar Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Tipe Madya Pabean B Gresik, Bier Budy Kismulyanto dalam acara Dialog Terbatas Sinergi Industri dan Potensi Lokal Desa, yang diselenggarakan di Desa Wedani, Kec. Cerme, Kab. Gresik, Sabtu (26/6/2021).

Bier menjelaskan, bahwa tugas dan fungsi bea cukai sendiri ada empat yaitu RCTI (Revenue Collector, Community Protector, Trade Facilitator, dan Industrial Assistance).

“Kenapa sekarang bea cukai hadir di desa ? karena salah satu fungsi kita adalah sebagai trade facilitator (membantu perdagangan) dan industrial assistance (memberikan asistensi pelaku industri). Sekarang bea cukai juga bergerak ke kantong-kantong UKM,” jelasnya.

Ia menambahkan, setidaknya ada dua cara agar perekonomian bisa kembali bangkit di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. Pertama, yaitu dengan berinvestasi, dan kedua adalah ekspor.

"Ekspor ini tentunya juga ekspor perusahaan yang besar maupun ekspor-ekspor pada pelaku usaha yang ada di sektor riil di masyarakat. Nah itu kira-kira kenapa bea cukai sampai masuk ke desa-desa,” imbuhnya.

Di sisi lain, ia menjelaskan terkait produksi yang bisa menjamin untuk keberlangsungan adalah pelaku usaha itu sendiri. Pasalnya, bea cukai lebih condong dalam membantu akses pasarnya saja.

"Karena dia yang tahu kapasitas produksinya, hitung-hitungan ekonominya. Kalau kita lebih kepada membantu akses pasar. Jadi kalau jaminan itu akses pasar kan biasanya mereka butuh kontinuitas bahwa produk ini jangan musiman," jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap akan memberikan pendampingan kepada para pelaku usaha tersebut. Sebab, kualitas dan kontinuitas menjadi pegangan dari para buyer di luar negeri.

"Jadi, jaminannya ya dari teman-teman pelaku usaha sendiri. Tentunya itu tidak kami lepas. Kita pasti akan melakukan pendampingan," tandasnya. (rtn)

Editor :