KLIKJATIM.Com | Ponorogo – Laporan Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian rumah sakit untuk ruang ICU dan isolasi pasien Covid-19 mulai mengkhawatirkan. Bahkan, akhir-akhir ini juga beredar kabar bahwa BOR ICU di Ponorogo zona hitam dan BOR ruang isolasi zona merah.
[irp]
Saat dikonfirmasi, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Ponorogo, Agus Pramono mengaku telah melakukan video conference (vidcon) dengan para pihak untuk memberikan penjelasan yang beredar. "BOR ICU kita yang dinilai warna hitam, bahwa Ponorogo belum sejauh itu. Yang dikatakan hitam apabila BOR ICU melebihi 80 persen, posisi kita 67 persen," ujarnya setelah vidcon, Rabu (9/6/2021).
Walaupun begitu, tapi pihaknya mengakui bahwa kondisi tersebut memang dalam tahap mengkhwatirkan. Sehingga akan diambil langkah dengan menambah 2 ruangan BOR ICU di setiap rumah sakit rujukan Covid-19.
"Ya kalau umpama masuk hitam atau merah, karena memang RS kita terbatas. Dimana tiap RS hanya 2 bed. Tidak seperti kota besar," katanya.
Lebih lanjut dikatakan, dengan meningkatkan ketersedian bed di ICU tentu harus sebanding dengan meningkatkan kesembuhan. "Harapan kita semua demikian, " tambah Agus yang juga menjabat sebagai Sekda Ponorogo ini.
Adapun BOR atau keterisian bed di ruang isolasi yang berada di zona merah, Pemkab juga mengambil langkah. Dia meminta pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono untuk memperbanyak bed di ruang isolasi.
"Di RSUD akan menambah menjadi 100 bed untuk ruang isolasi. Dimana ada ruangan yang kosong bisa dimanfaatkan. Saat ini sedang berproses," paparnya.
Sebelumnya, sebuah akun facebook memposting foto berisi tentang keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) ICU dan isolasi Covid-19 di Ponorogo masuk dalam zona hitam dan merah.
Atas postingan itu, Kabid Pencegahan dan Penyakit Menular Dinkes Ponorogo, drg Heni Lestari pun menerangkan, bahwa status zona hitam seperti yang beredar di media sosial (medsos) tersebut bukan tentang zonasi. Namun terkait BOR ICU dan isolasi. (nul)
Editor : Fauzy Ahmad