KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung belum dapat memastikan penyebab terjadinya luka di beberapa bagian tubuh warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Pagerwojo. Apakah dikarenakan penyebab lain, atau tertular bakteri anthrax yang telah mematikan sapi di wilayah tersebut?
[irp]
Kadinkes Tulungagung, Kasil Rohmat mengungkapkan, dari indikasi yang ditemukan memang mirip dengan gejala anthrax yang menular ke manusia. Tapi hal tersebut tidak bisa dipastikan sebelum mengetahui hasil uji laboratoriumnya (lab).
Dan saat ini pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh Universitas Gajah Mada, atas sampel luka pada tubuh warga setempat. "Hasil pastinya nanti menunggu hasil uji laboratorium keluar, indikasi memang ada," ujar Kasil saat dikonfirmasi awak media.
Dijelaskan, kemiripan dengan luka tertular anthrax memiliki ciri khusus. Yakni luka yang bersifat kaku mirip batubara pada bagian tengahnya.
Meski belum dapat dipastikan, tapi langkah-langkah antisipasi tetap dilakukan. Antara lainnya dengan melakukan tracing kepada orang-orang yang kontak erat, namun hasilnya tidak ditemukan lagi indikasi penularan pada warga lainnya.
"Kita lakukan investigasi, untuk yang sakit kita obati dan yang kontak erat kita tracing. Hasil tracing tidak menunjukkan adanya penularan," jelasnya.
Selain itu, pihaknya bersama dengan Dinas Peternakan dan instansi terkait lainnya juga mendirikan posko kesehatan di desa setempat. Tujuannya untuk memantau perkembangan di lapangan.
"Upaya kita mendirikan Posko di lokasi untuk mengantisipasi penyebaran dan meminta masyarakat melapor, jika menemukan hewan sakit maupun manusia yang sakit," tuturnya.
Pihaknya berharap, masyarakat ikut menjaga kebersihan dan menjaga kesehatan di lingkungan sekitar. Sehingga dapat meminimalisir potensi terjadinya penularan penyakit. (nul)
Editor : Iman