KLIKJATIM.Com | Surabaya--Provinsi Jatim masih jauh dari provinsi ramah perempuan dan anak. Dari data yang dihimpun dari Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), selama 2019 total ada 1.247 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Dari total kasus tersebut, 1.044 di antaranya korbannya adalah perempuan. Hal ini membuat Komisi E DPRD Jatim miris. Sebab, angka tersebut termasuk tinggi untuk Provinsi Jatim.
[irp]
“Kami sangat prihatin sekali atas tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak,” kata Ketua Komisi E DPRD Jatim Wara Sundari Reny Pramana, saat dikonfirmasi di Surabaya, Senin (9/12/2019).
Reny mengatakan, seluruh anggota Komisi E serius menuntaskan masalah kekerasan ini. Dia meminta agar semua pihak bersinergi memerangi. Politi PDIP ini mengaku bersama pemerintah dan pakar meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat.
“Memperdayakan orang tua dan lingkungan dalam berbagai hal. Mempermudah sistem yang terkait tidak berbelit tidak terlalu birokratis,” jelasnya.
[irp]
Ditambahkan, budaya masyarakat untuk saling menghargai dan menghormati perempuan perlu digalakkan lagi. Selain itu, pendidikan keluarga juga perlu dilakukan pemerintah.
"Perlu dihidupkan lagi budaya, etika, kualitas hidup bermasyarakat, bebas dari kebododohan, serta sumbangsih pemerintah dalam hal ini harus ditingkatkan dengan pola gotong royong menjadi roh seluruh masyarakat," pungkasnya. (try/mkr)
Editor : Redaksi