klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Tiga Bos BUMD Gresik ini Komitmen Tingkatkan Layanan Usaha

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Gresik - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Gresik terus didorong untuk mengembangkan nilai usaha serta mutu pelayanan kepada pelanggan. Untuk itu, tiga direktur utama BUMD dibawah naungan Pemkab Gresik berkomitmen meningkatkan usaha melalui sejumlah terobosan.

[irp]

Ketiga Bos BUMD tersebut masing-masing  Direktur Umum (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Giri Tirta Siti Aminatus Zuriyah, Dirut PD BPR Bank Gresik Al Kusani, dan Dirut PT Gresik Migas M.Habibullah.

"Kami bertiga selaku pimpinan tiga BUMD milik Pemkab Gresik kompak untuk sama-sama terus berinovasi untuk memajukan korporasi,"ujar Mbak Risa, panggilan akrab Dirut Perumda PDAM Giri Tirta, Sabtu (29/5/2021).

Dikatakan, saat ini manajemen Perumda Giri Tirta terus memaksimalkan layanan pelanggan dengan memanfaatkan suplai air baik dari Legundi, dan Krikilan Kecamatan Droyirejo, maupun Umbulan Pasuruan.

"Saat ini atas permintaan Pak Bupati Fandi Akhmad Yani kami terus diminta tingkatkan pelayanan pelanggan,"ucap dia

Untuk meningkatkan layanan pelanggan dimaksud, lanjut Riza, saat ini Perumda diminta maksimalkan serapan jatah air dari Umbulan, Pasuruan 1000 liter perdetik untuk mencukupi kebutuhan pelanggan.

Air dari Umbulan hasil kerjasama antara Perumda Giri Tirta Gresik dengan PT Air Bersih (AB) Pemprov Jatim.

"Tahun ini, Perumda Giri Tirta bisa melebihi target penyerapan jatah air Umbulan. Dari target tahun 2021 sebesar 300 liter perdetik, namun tahun ini ada tambahan 150 liter perdetik sehingga sudah mampu menyerap 450 liter perdetik. Air dari Umbulan sesuai tahapan penyerapan. Kami terus berupaya maksimalkan untuk peningkatan pelayanan," jelas mantan Kabag Pelayanan Pelanggan PDAM ini.

Riza mengaku, saat ini manajemen Perumda Giri Tirta Gresik terus melakukan perbaikan infrastruktur perpipaan di wilayah kota Gresik. Pipa yang rusak seperti keropos, bocor secara bertahap diperbaiki. Ditargetkan, setelah jaringan perpipaan semua bagus, maka serapan air Umbulan 1000 liter perdetik pada tahun 2026 sudah bisa dilakukan.

"Insya Allah target kami hingga 2026 serapan 1000 liter perdetik dari Umbulan sudah terpenuhi, sehingga cakupan pelanggan makin luas," tukas dia.

Terpidah, Dirut Bank Pasar Gresik Al Kusani mengungkapkan, manajemen Bank Pasar yang dipimpinnya terus mencari terobosan untuk memajukan korporasi. Saat ini, lanjut Al Kusaini Bank Gresik terus berinovasi untuk menambah nasabah. Salah satunya, melalui program terbaru, "Tabungan Kotak Berkah ".

Program dimaksud di antara targetanya adalah untuk menggaet sebanyak-banyaknya nasabah dan membantu para usaha kecil dan masyarakat untuk menabung dan mengembangkan usaha. Sasaran nasabah program dimaksud lanjut Al Kusani di antaranya, pedagang pasar, pedagang kaki lima (PKL), Aparatur Sipil Negara (ASN) serta komponen masyarakat lain.

Menurut Al Kusani, nasabah yang mengikuti program Tabungan Kotak Berkah caranya cukup muda. Nasabah tinggal membuka tabungan (buku rekening) di PD BPR Bank Gresik.

"Jadi, nasabah yang membuka tabungan di Bank Gresik program Tabungan Kotak Berkah saldo awalnya cukup terjangkau, hanya Rp 20 ribu, "terangnya.

Setelah nasabah membuka tabungan di Bank Gresik, pihak Bank Gresik selanjutnya akan menaruh kotak tabungan di tempat usaha nasabah atau tempat kerja nasabah untuk menabung setiap harinya. Nantinya, bisa seminggu sekali kotak tabungan diambil pihak Bank Gresik dan uang dari kotak nasabah tinggal dimasukkan ke buku tabungan nasabah.

"Tahap awal di tahun 2021, Bank Gresik membuat 500 kotak tabungan program Tabungan Kotak Berkah, "pungkasnya.

Sementara itu Dirut Gresik Migas, M. Habibulloh mengaku, pihaknya  akan melakukan upaya semaksimal mungkin untuk perbaikan secara menyeluruh terhadap BUMD yang dipimpinnya, mulai dari hal yang paling kecil.

Habibullah mengaku, pengalaman memimpin perusahaan daerah di bidang Migas menjadi yang pertama kali baginya. Dia juga mengaku pada tahap awal sudah menyusun rencana bisnis (Renbis) yang akan dijadikan sebagai blue printnya dalam bekerja.

"Untuk yang pertama mungkin saya akan melakukan optimalisasi bisnis. Salah satunya dengan mengejar tambahan alokasi gas yang akan dikelola Gresik Migas. Setelah itu baru kita gencar berjualan gas ke kawasan industri. Termasuk, di dalamnya ada proyek pembangunan jaringan gas baru, "pungkasnya. (ris)

Editor :