klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Diduga Dipicu Pembakaran Sampah, Tiga Rumah di Sumenep Hangus Dilalap Api

avatar Hendra
  • URL berhasil dicopy
PEMADAMAN : Petugas kepolisian bersama warga berupaya memadamkan kobaran api yang menghanguskan tiga rumah dan satu kandang sapi di Desa Payudan Dundang, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep. (doc. Istimewa/Klikjatim.Com)
PEMADAMAN : Petugas kepolisian bersama warga berupaya memadamkan kobaran api yang menghanguskan tiga rumah dan satu kandang sapi di Desa Payudan Dundang, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep. (doc. Istimewa/Klikjatim.Com)

KLIKJATIM.Com | Sumenep - Musibah kebakaran melanda permukiman warga di Desa Payudan Dundang, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Sabtu (11/7/2026). 


Peristiwa tersebut menghanguskan tiga unit rumah beserta sebuah kandang sapi hingga mengalami kerusakan berat.


Bangunan yang terbakar diketahui merupakan milik H. Abd. Halim, H. Addus Salam, dan Ismail. Kobaran api melalap seluruh bagian rumah serta kandang sapi milik ketiga warga tersebut.


Kapolsek Guluk-Guluk Iptu Arief Wardoyo memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Meski demikian, nilai kerugian yang ditimbulkan diperkirakan cukup besar.


“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran itu. Namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp 150 juta,” katanya, Minggu (12/7).


Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang kemudian segera melaporkannya kepada pihak kepolisian. 


Mendapat informasi tersebut, personel Polsek Guluk-Guluk bergerak ke lokasi bersama anggota Koramil Guluk-Guluk, perangkat Desa Payudan Dundang, petugas pemadam kebakaran, serta tim pemadam dari TNI AD untuk melakukan proses pemadaman.


Berkat penanganan cepat dari seluruh unsur yang terlibat, kobaran api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.


Dari hasil penyelidikan sementara, api diduga berasal dari pembakaran sampah dan kotoran sapi. Kondisi kandang serta dapur rumah yang didominasi material bambu membuat api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.


“Kebakaran diduga bermula dari sampah dan kotoran sapi yang terbakar. Api kemudian dengan cepat menjalar ke kandang sapi dan dapur rumah warga yang sebagian besar berbahan bambu, sehingga menyebabkan kobaran api semakin cepat membesar,” ungkap Arief.


Ia mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat membakar sampah atau limbah, terutama selama musim kemarau yang membuat api lebih mudah menyebar.


“Kalau membakar sampah, harus dipastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan, untuk mencegah terjadinya kebakaran yang dapat membahayakan keselamatan dan menimbulkan kerugian materi,” tandasnya.

Editor :