KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Dugaan santet terhadap matinya 8 ekor sapi dan 1 ekor kambing di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung terus menggelinding. Bahkan, polisi diam-diam juga melakukan penyelidikan untuk mengungkap misteri di balik kematian beberapa hewan milik warga tersebut.
[irp]
Kasubbag Humas Polres Tulungagung, Iptu Trisakti Saiful Hidayat mengatakan, bahwa Polres setempat sudah menerjunkan tim untuk mendalami dugaan munculnya isu santet di Desa Sidomulyo. Hingga kini ada beberapa saksi dari pemilik hewan yang mati telah dimintai keterangan.
Mereka dimintai keterangan untuk memperjelas informasi penyebab kematian hewan-hewan tersebut. "Saksi-saksi sudah kami periksa, kita mintai keterangan untuk memastikan kebenaran isu yang berkembang," ujarnya.
Trisakti menjelaskan, kendati ada video yang beredar menunjukkan benda asing dalam lambung hewan, namun tetap perlu pembuktian lebih lanjut atas hal tersebut. Sebab saat dilakukan pembedahan tidak didampingi oleh tim ahli, seperti dari pihak Dinas Kesehatan dan lain lain.
"Kalau videonya itukan proses pembukaan lambungnya dilakukan sendiri oleh pemilik hewan tanpa melibatkan petugas, jadi kita juga tidak bisa memastikan kepastiannya itu. Makanya kita perlu lakukan pendalaman," jelasnya.
Dan, agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat maka dilakukan pendalaman atas kabar tersebut. Tujuannya untuk memastikan kebenaran.
Selain itu pihaknya juga meminta kejelasan dari dinas terkait untuk mendalami isu yang tengah beredar ini. Harapannya, tidak muncul isu-isu yang meresahkan masyarakat sehingga gejolak di masyarakat bisa ditekan.
"Kita juga meminta kajian dari dinas terkait yang berkompeten atas matinya ternak ini," tuturnya.
Sementara itu Kepala Desa Sidmulyo, Mulyono mengaku telah mengumpulkan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk membahasnya. "Kita sudah kumpulkan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk membahas hal ini," tuturnya.
Pihaknya juga mengimbau warga agar tidak mudah termakan isu, tidak saling memfitnah dan memperhatikan kesehatan hewan peliharaanya masing-masing. "Hasilnya kita minta warga agar tidak mudah termakan isu dan memperhatikan kondisi kesehatan hewan piarannya masing-masing," tandasnya. (nul)
Editor : Iman