klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kematian Sapi dan Kambing di Pagerwojo Diisukan Kena Santet, Tim Keswan : Penyebabnya Gangguan Pencernaan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Kematian sapi dan kambing di Pagerwojo Tulungagung, disebabkan gangguan pencernaan.
Kematian sapi dan kambing di Pagerwojo Tulungagung, disebabkan gangguan pencernaan.

KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Tim Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Peternakan Kabupaten Tulungagung akhirnya mengkonfirmasi terkait peristiwa kematian 8 ekor sapi dan 1 kambing dalam satu bulan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pagerwojo, yang dikaitkan dengan dugaan isu santet menyusul ditemukannya berbagai benda asing di lambung kambing. Dari hasil investigasi tim Keswan menyebutkan, bahwa penyebab kematian hewan-hewan tersebut karena gangguan fungsi pencernaan.

[irp]

Ketua Tim Investigasi, drh. Eva Tutus Sumaryani mengatakan, sesuai hasil investigasi yang dilakukan dapat disimpulkan sementara penyebab matinya hewan-hewan tersebut bukan karena santet, tapi karena gangguan fungsi pencernaan. Dan ada satu hewan yang mati karena plasenta di dalam tubuhnya tidak bisa keluar.

"Secara umum kematiannya karena gangguan pencernaan, sehingga hewan tidak bisa mencerna karena di dalam lambungnya ada benda asing," terangnya.

Metode investigasi yang dilakukan dengan meminta keterangan pemilik hewan yang mati. Dikatakan, tim meminta pemilik hewan untuk menceritakan tanda-tanda sebelum hewan ditemukan mati.

"Kronologisnya ndak semuanya sama, tapi sebagian besar memang awalnya ndak mau makan terus mati," urainya.

Tutus mengaku dari beberapa benda asing yang menurut warga ditemukan di dalam lambung hewan, hanya ditemukan satu jenis saja di lambung kambing. Sedangkan benda lainnya disebut warga sudah dibuang.

"Sebagian sudah dibuang, yang kita dapati itu semacam kain tapi kondisinya sudah ruwet dan kalau seperti itu memang ndak bisa dicerna oleh hewan," terangnya.

Masuknya benda asing ke dalam lambung hewan ternak memang bisa saja terjadi. Yaitu dapat masuk melalui makanan yang dikonsumsi oleh hewan tersebut.

Dan, untuk mengantisipasi hal serupa terjadi lagi akan dilakukan pengawasan dengan ketat serta meminta warga untuk melaporkan apabila menemukan hewannya tidak mau makan atau sakit selama beberapa hari terakhir. "Kita diminta melakukan pengawasan dan kita juga minta warga melapor, jika mendapati hewannya sakit atau tidak sehat," pungkasnya. (nul)

Editor :