KLIKJATIM.Com | Tuban - Ratusan massa merusak Balai Desa Balai Desa Ngimbang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Minggu (16/5/2021) malam. Aksi perusakan itu dilatarbelakangi kejengkelan warga terhadap aksi perselingkuhan dan kumpul kebo yang diberi sanksi tegas oleh pihak desa. Akibat perusakan ini, pagar bagian depan ambruk, kaca pecah dan kondisi ruangan acak-acakan.
[irp]
Perusakan balai desa tersebut berawal dari penggerebekan terhadap pasangan selingkuh dan kumpul kebo di Desa Ngimbang. Pasangan haram itu adalah Suroto (53) dan Endang Nurwati (49) dilaporkan warga atas dugaan perselingkuhan. Perempuan warga desa setempat sudah kerap didatangi pria dari luar hingga menginap layaknya pasangan suami istri.
Temuan ini sudah dilaporkan ke perangkat desa, namun belum ada tindakan apapun. Hingga puncaknya pada Minggu malam sekitar pukul 22.00, warga menggeruduk rumah perempuan tersebut.
Selanjutnya, pasangan itu dibawa ke kantor desa, hanya saja pihak desa tidak begitu merespon laporan warga. Akhirnya warga merasa tidak terima lantaran pasangan bukan suami istri yang sudah sering berdua itu tidak diberikan sanksi yang berarti dan tidak sesuai dengan tuntutan warga.
“Intinya itu warga kesal, karena adanya kasus kumpul kebo. Tadi malam warga banyak sekali yang berkumpul dan marah,” ujar salah satu warga yang berada di sekitar Balai Desa Ngimbang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.
Puluhan massa dari warga setempat yang sudah berkumpul itu kemudian melampiaskan kemarahannya. Mereka mengamuk dengan merusak kantor desa tersebut. Warga melempari kantor desa dengan batu hingga kaca dan perlengkapan kantor pecah.
Tak hanya itu, tembok pagar dari kantor Desa Ngimbang juga ambruk setelah digeruduk oleh puluhan warga itu. Bahkan pintu pagar besi yang ada di bagian depan balai desa tersebut patah. Terakhir sejumlah pot bunga juga pecah lantaran dilempari warga. Beruntung tidak sampai ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam kejadian peurusakan kantor desa tersebut.
Anggota Polsek Palang dan personil Polres Tuban serta dari Koramil Palang yang mendapatkan laporan perusakan kantor desa tersebut langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengamanan. Sehingga emosi warga berhasil diredam. Warga kemudian membubarkan diri kembali ke rumah masing-masing.
“Kita menerima laporan bahwa masyarakat di Desa Ngimbang mendatangi Balai Desa karena adanya laki-laki dan perempuan yang selama ini dinilai meresahkan karena bukan suami istri. Laporan awalnya memang seperti itu (dugaan perselingkuhan),” terang AKBP Ruruh Wicaksono, Kapolres Tuban yang memimpin pengamanan aksi massa Minggu malam.
Untuk mencegah kondisi bertambah panas, pasangan yang diduga selingkuh juga langsung dibawa ke Polres Tuban. "Kami mendapat laporan ada perusakan kantor desa imbas kasus perselingkuhan. Tetapi sekarang sudah kondusif, dan terduga pasangan selingkuh sudah kami bawa," kata Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono.
Terkait kasus perusakan kantor, Ruruh mengaku masih melakukan penyelidikan. Dia juga berjanji akan mengusut kasus tersebut sesuai hukum yang berlaku. Asyik Selingkuh, Pria di Makassar Digerebek Istrinya
Kepala Desa Ngimbang, Yayik Achmad Wijaya mengatakan, aksi brutal warga terjadi akibat akumulasi kemarahan terhadap pasangan selingkuh. Sebab, yang bersangkutan sudah beberapa kali dipegoki dan diperingatkan. Namun, tetap mengulangi perbuatannya.
"Makanya, warga tidak terima saat keduanya diamankan di balai desa. Mereka lantas datang dan merusak," katanya.
Yayik mengatakan, warga marah karena tak ingin pasangan selingkuh hanya diberi pembinaan dan sanksi administratif sesuatu aturan desa. Tetapi meminta mereka diproses hukum oleh aparat kepolisian. (ris)
Editor : Wahyudi