KLIKJATIM.com | Tulungagung - Sakralnya nuansa Idul Fitri 1422 Hijriyah juga dirasakan oleh puluhan penghuni lokasi karantina Covid-19 di Rusunawa IAIN Tulungagung.
[irp]Pasalnya pada Kamis (13/05) pagi tadi, 40 penghuni Rusunawa IAIN Tulungagung mengikuti sholat ied berjamaah yang digelar di lokasi karantina tersebut.
Tak pelak, tangis haru mewarnai ibadah ibadah tahunan tersebut, sejumlah jamaah nampak menitikan air mata teringat suasana idul fitri sebelum pandemi yang biasanya dilalui bersama sanak saudara.
Koordinator TIM Layanan Dukungan Psikosial (LDP) Tagana Kabupaten Tulungagung, Imam Safii yang dikonfirmasi mengungkapkan, sholat idul fitri kali ini merupakan yang kedua dilakukan di masa pandemi.
"Ini yang kedua kita lakukan, sebelumnya tahun kemarin juga kita lakukan solat idul fitri berjamaah di sini," ungkapnya.
Sama seperti tahun sebelumnya, sholat idul fitri digelar dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti penggunaan masker,penerapan jaga jarak hingga peniadaan ritual bersalaman usai sholat dilaksanakan.
"Kita lakukan sesuai dengan penerapan protokol kesehatan yang ada, jaga jarak antar jamaah dan peniadaan salaman," terangnya.
Sementara itu, Anggota Tim Layanan Dukungan Psikosial Tagana Tulungagung, Hendrik Nurbastian yang menjadi koordinator terlaksanakan kegiatan ini mengatakan, ide pelaksanaan solat idul fitri di lokasi karantina ini muncul dari pihaknya.
"Idenya dari teman teman Tagana, kemudian didukung oleh pihak Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Dr Iskak," ucapnya.
Solat berjamaah ini digelar untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri terkonfirmasi Covid-19 ini agar segera sembuh.
Selain itu, dengan menggelar solat idul fitri ini diharapkan keluarga terkonfirmasi yang ada di rumah bisa lebih tenang dan khawatir dengan keberadaan saudaranya di lokasi karantina.
"Yang jelas agar meningkatkan rasa percata diri para penghuni ini agar bisa segera sembuh, kemudian untuk mendekatkan diri kepada Tuhan juga,"jelasnya.
Dari 48 penghuni Rusunawa, 40 penghuni mengikuti pelaksanaan solat idul fitri, sedangkan 8 lainnya berhalangan karena kondisi, seperti sudah tua, atau sedang berhalangan karena hal lain.
Hendrik menjelaskan, dalam solat idul fitri kali ini, semua pelaksana ibadah mulai dari khotib, imam dan lainnya merupakan penghuni rusunawa yang sedang menjalani karantina.
"Kebetulan ada yang guru agama, makanya mulai dari imam, khotib dan lain lain langsung dilakukan oleh penghuni karantina," tuturnya.
Usai mengikuti ibadah solat, penghuni Rusunawa mengikuti kegiatan potong tumpeng, dan menerima tamu melalui shelter tombo kangen yang disediakan petugas.
"Kalau keluarga yang datang ke sini itu sejak malam takbiran kemarin sudah banyak yang kesini mas, tadi saat solat juga ada yang nangis juga,haru mas mungkin teringat keluarga di rumah" pungkasnya. (rtn)
Editor : Iman
Wali Kota Eri Cahyadi Tegas Tertibkan Pengelolaan Sampah Ilegal di Keputih, Surabaya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan pemerintah kota akan menindak aktivitas pengelolaan sampah yang tidak memenuhi ketentuan.…
Korban Ledakan SPPG Mojokerto Meninggal Setelah 7 Hari Dirawat
Korban Ledakan SPPG Mojokerto Meninggal Setelah 7 Hari Dirawat, Luka Bakar Capai 90 Persen…
Tiga Tahun Berturut-turut, Komitmen Kepatuhan Pajak TPS Kembali Raih Apresiasi Pemkot Surabaya
KLIKJATIM.Com | Surabaya – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak perusahaan dari Pelindo Terminal Petikemas (PTP), kembali mengukuhkan…
Rayakan HUT Ke-81 RI, Patra Logistik Perkuat Literasi Energi bagi 109 Siswa di Madiun
KLIKJATIM.Com | Madiun – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwarnai aksi edukatif oleh PT Patra Logistik…
Pelindo dan BNN Jatim Perkuat Edukasi Pelajar untuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba
KLIKJATIM.Com | Surabaya – PT Pelindo Terminal Petikemas (PTP) bersama Pelindo Regional 3 dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur memperkuat u…
Tim SAR Gabungan Terus Lakukan Pencarian Tiga Nelayan Yang Hilang
Tiga nelayan masih dalam pencarian setelah Kapal Layar Motor (KLM) Pantes terbalik akibat dihantam ombak di perairan Paseban, Kecamatan Kencong, Jember…