KLIKJATIM.Com | Gresik — Sebanyak 188 pekerja PT Angkasa Raya Stell berubah status dari pekerjaan kerja waktu tertentu (PKWT) menjadi pekerjaan waktu tidak tertentu (PKWTT). Hal tersebut setelah para pekerja melakukan persidangan putusan di Pengadilan Negeri Gresik, Selasa (27/4 /2021).
Putusan sidang dipimpin oleh hakim I Gusti Ngurah Taruna Wiradhika dengan dua anggota hakim. Hakim membacakan putusan ratusan pekerja PT. Angkasa Raya Stell yang diangkat statusnya.
“Mengabulkan kepada penggugat para pekerja menjadi pkwt dari pkwtt,” tegas Hakim.
Dan setelah putusan ini, pihak perusahaan dikenakan dwangsoom ( uang paksa)Rp 200 ribu setiap pekerja per harinya, jika tidak menjalankan putusan untuk pengangkatan karyawan.
“Perusahaan wajib bayar Rp 200 rb jika ada keterlambatan perusahaan untuk mengangkat karyawan yang sudah diputuskan pada persidangan hari ini,” terangnya.
Kuasa hukum penggugat Abdullah Syafii bersama kuasa hukum lainnya Agung Budi Antara dan Endha Palupi keluar usai menerima putusan ratusan karyawan perusahaan pembuat besi baja itu.
“Alhamdulillah, dimenangkan oleh para pekerja yang awalnya kerja kontrak kini sudah menjadi pekerja tetap,” ungkapnya.
Syafii mengaku bisa bernapas lega usai menerima putusan pekerja yang memang sudah sesuai dengan tuntutannya. Dengan dasar UU 11 tahun 2020 pengganti Uu 13 Tahun 2003 Junto PP 35 Tahun 2021.
“Dan nanti ada uang paksa atau dwangsom Rp 200 rb kepada tergugat perusahaan apabila tidak dilakukan oleh pt Angkasa Raya Stell angkat karyawan,” tegasnya.
Salah satu pekerja PT Angkasa Raya Stell Imam Al-Amin mengaku bersyukur atas putusan ini. Diakuinya putusan ini se adil-adilnya untuk buruh.
“Putusan ini seadil-adilnya oleh putusan pengadilan negeri Gresik ini,” katanya, Selasa (27/4/2021).
Dan setelah putusan pkwtt, lanjut Imam, pihaknya juga berharap beberapa karyawan yang di phk oleh PT Angkasa Raya bisa menang dalam persidangan.
“Semoga besok, beberapa karyawan yang di phk juga dimenangkan oleh kawan,”tutupnya.
Sebelumnya, kasus pengangkatan karyawan di Perusahaan PT Angkasa Raya Stell setelah melakukan pemogokan karena ada beberapa karyawan yang di Phk pada Oktober 2020. (bro)
Editor : Redaksi
UTM Bangkalan Bangun Ekosistem Baru, Riset, Inovasi, dan Bisnis Bertemu di Kafe
Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mulai membangun ekosistem baru yang mempertemukan riset, inovasi, pendidikan, dan kewirausahaan.…
DK3P Jatim Usulkan Edukasi K3 Terintegrasi di SMK, Bekal Siswa Sebelum Terjun ke Industri
KLIKJATIM.Com | Surabaya – Kesadaran mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dinilai perlu dibangun sejak seseorang masih berada di bangku sekolah. L…
Desa Binaan PLN di Semarang Raih Penghargaan Kampung Keluarga Berkualitas Terbaik Nasional 2026
KLIKJATIM.Com | Semarang – Desa Lerep, Kabupaten Semarang, berhasil meraih penghargaan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) Terbaik Tingkat Nasional 2026 k…
Ketua DPRD Gresik Dukung RUU Perampasan Aset, Tekankan Perlindungan Hak dan Kepastian Hukum
KLIKJATIM.Com | Gresik – Ketua DPRD Kabupaten Gresik M. Syahrul Munir menyatakan dukungan terhadap pembahasan dan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) P…
Tak Terima Kliennya Ditahan, Kuasa Hukum Eks Kepala Dinas Pendidikan Sampang Siapkan Permohonan Penangguhan Penahanan
Terjerat Kasus Korupsi, Kuasa Hukum Eks Kepala Dinas Pendidikan Sampang Siapkan Permohonan Penangguhan Penahanan …
Selebgram Ratu Felisha Diperiksa Polda Jatim Terkait Dugaan Endorse Arisan Online Bodong
Selebgram Ratu Felisha memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Timur, Jumat (28/8/2026). Ia dimintai keterangan terkait du…