klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Gendong Anak Sertu Rudiansyah yang Masih 9 Hari, Mata Gubernur Khofifah Berkaca-kaca

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa ikut menyampaikan rasa duka yang mendalam atas insiden kapal selam Nanggala 402. Kepedulian itu disampaikan langsung kepada keluarga awak kapal, salah satunya asal Sidoarjo.

[irp]

Ada tiga keluarga prajurit awak kapal selam Nanggala 402 di Sidoarjo yang telah dikunjunginya, Senin (26/4/2021). Kedatangan Gubernur Khofifah ini sekaligus untuk memberi motivasi kepada para keluarga yang ditinggalkan.

Tampak Gubernur Khofifah didampingi oleh istri Panglima TNI, Nanny Hadi Tjahjanto, istri KASAL Vero Yudo Margono dan istri Pangkoarmada II Ria Sudihartawan. “Semoga keluarga yang ditinggal bisa sabar dan tabah menerima cobaan yang berat ini,” kata Khofifah, usai menemui istri Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) Kolonel Laut (P) Harry Setyawan di Perumahan TNI Angkatan Laut di Jalan Rencong II Desa Tebel, Kecamatan Gedangan Sidoarjo.

Pantauan di lapangan setelah dari Tebel, rombongan geser menuju rumah keluarga Sertu Eko M Rusdiyansyah di Jalan Makam RT 08 RW II Desa Kragan, Kecamatan Gedangan. Mata Khofifah terlihat berkaca-kaca saat sang istri memeluknya. Terlebih saat menggendong putra Sertu Rusdiansyah yang masih berusia sembilan hari.

Sementara itu, Nanny Hadi Tjahjanto pun mengatakan hal serupa. Pihak keluarga diharapkan bisa menerima dengan ikhlas cobaan ini.

Dia juga terlihat menggendong putra Sertu Rusdiyansyah. Bayi bernama Muhammad Elzeyn Firendra Rahman ini lahir pada Hari Rabu, tanggal 7 April 2021 lalu.

“Semoga nantinya anak-anak prajurit yang ditinggal ayahnya bisa meneruskan jejak dan menjadi kebanggaan keluarga dan negara,” harap Nanny.

Seperti diketahui, kapal selam Nanggala 402 hilang kontak pada Rabu (21/4/2021) lalu pada saat akan mengikuti latihan perang di perairan Utara Bali. Setelah dilakukan pencarian hingga Sabtu (24/4/2021), kapal selam produksi Jerman tahun 1977 ini belum juga ditemukan.

Pada Minggu (25/4/2021), kapal selam Nanggala berhasil ditemukan dalam kondisi terpecah menjadi tiga bagian. Pada hari itu pula, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengumumkan 53 prajurit penumpang kapal Nanggala 402 dinyatakan gugur. (nul)

Editor :