KLIKJATIM.Com | Gresik—Pembelajaran tatap muka (PTM) akhirnya dimulai pada Senin (19/4/2021) setelah setahun lebih siswa-siswi tak merasakan bangku sekolah. Kini mereka bisa bertemu langsung dengan guru dan temannya.
[irp]
Kondisi yang disikapi beragam oleh para siswa, mulai dari yang merasa kaget lantaran baru pertama kali masuk langsung ujian akhir, ada pula yang bahkan seragam sudah tidak lagi cukup dan harus membeli seragam baru. Kendati mereka sepakat, protokol kesehatan harus dilaksanakan.
“Kaget saja, baru masuk langsung ujian. Seperti gimana gitu, meski kemarin sudah belajar daring,” ucap Nawa Fillah (15) siswi kelas sembilan (IX) SMP Negeri 2 Gresik, Kamis (21/4/2021).
Nawa mengaku, dirinya harus kembali beradaptasi dengan kebiasaan baru. Setelah satu tahun melaksanakan pembelajaran secara daring, kini dia harus kembali masuk sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan, baik menggunakan masker, face shield, menjaga jarak, mencuci tangan, hingga wajib diperiksa suhu badan sebelum masuk kelas.
“Protokol kesehatan cukup ketat, tidak hanya pakai masker, tapi kami juga selalu dihimbau untuk jaga jarak. Selesai (mengerjakan) ujian langsung disuruh pulang, tidak boleh bergerombol (berkerumun),” ujar Nawa.
Sementara Rafa A (14) yang juga duduk di kelas sembilan (IX) SMP Negeri 2 Gresik menambahkan, ia dan rekan-rekannya sudah memahami tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. Sehingga Rafa tidak masalah, harus menerapkan protokol kesehatan di lingkungan sekolah.
“Tidak apa-apa, sudah mulai terbiasa. Sebab kita keluar rumah juga sudah biasa pakai masker, sama saja kan. Begitu juga harus jaga jarak. Kalau ada kerumunan, pasti dibubarkan guru atau satpam,” ucap Rafa.
Sedangkan Nur Mazayati Khurun’in, siswi kelas sembilan (IX) Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Jadid, Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Gresik, mengaku meski senang bisa kembali masuk sekolah namun dirinya harus membeli seragam baru akibat pakaian lama sudah tidak lagi cukup.
“Seragam lama sudah tidak muat, jadi pakai seragam baru. Tapi tidak apa-apa, saya senang bertemu guru dan teman setelah hampir setahun sekolah daring. Pembelajaran daring dengan tatap muka tentu beda. Pokoknya saya senang PTM, meski harus menerapkan protokol kesehatan ketat,” tutur Nur.
Sedangkan kepala MTs Nahdlatul Ulama (NU) Trate Gresik Nduk Muslihah menambahkan, pihaknya tidak memaksa siswa-siswi melaksanakan PTM apabila orang tua yang bersangkutan tidak menghendaki. Namun dari dua hari penyelenggaraan PTM, Nduk mengaku hanya satu orang siswa yang tidak memperoleh izin dari orang tuanya.
“Dari 144 siswa kelas sembilan (IX), hanya satu orang yang tidak boleh orang tuanya. Kita tidak memaksa, dengan dia menjalani ujian secara daring,” kata Nduk.
Nduk juga menghimbau kepada para siswa-siswi untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan ketat di lingkungan sekolah, demi mencegah klaster baru Covid-19 di dunia pendidikan. (mkr)
Editor : Redaksi