klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Jika Nekat Mudik ke Kota Madiun, Siap-siap Saja Diisolasi di Penjara Angker Peninggalan Belanda

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Penjara angker untuk warga Madiun yang nekat mudik ke kota pecel. (Fauzy Ahmad/Klik Jatim)
Penjara angker untuk warga Madiun yang nekat mudik ke kota pecel. (Fauzy Ahmad/Klik Jatim)

KLIKJATIM.Com | Madiun - Jika para perantau tetap nekat mudik ke Kota Madiun, siap-siap saja untuk menjalani isolasi. Pasalnya Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun mengaku sudah menyiapkan tempat isolasi khusus bagi mereka yang nekat mudik di kota pecel---sebutan untuk Kota Madiun---saat lebaran nanti. 

[irp]

Wali Kota Madiun, Maidi menjelaskan, bagi warga yang nekat mudik ke Kota Madiun akan diisolasi di penjara angker peninggalan penjajah Belanda. Saa ini dirinya mengaku sedang koordinasi dengan pihak terkait. 

"Saya sedang koordinasi dengan Pak Danrem, bila perlu tempat angker (penjara peninggalan Belanda) itu saya gunakan. Lokasinya di bekas rumah tahanan militer,” kata Walikota Madiun, Maidi, Senin (5/4/2021). 

Berdasarkan sejarah, rumah tahanan militer yang berada di belakang kompleks Gereja Katolik Santo Cornelius Kota Madiun ini merupakan bekas penjara peninggalan penjajah Belanda. “Di rumah tahanan militer itu ada ruang bekas penjara (peninggalan penjajah Belanda),” jelas Maidi.

Nah, lanjut Maidi, isolasi di bekas rumah tahanan angker tersebut bisa menjadi pilihan tepat untuk warga yang nekat mudik lebaran di masa pandemi Covid-19. “Itu merupakan bekas penjara militer. Siapa yang berani masuk kesitu,” tandasnya.

Menurutnya, bila warga yang nekat mudik dan diisolasi di hotel akan merasa keenakan. Untuk itulah, dia berinisiatif menggunakan penjara peninggalan penjajah Belanda yang terkenal angker sebagai tempat isolasi pemudik lebaran. 

Kebijakan itu sebagai bentuk dukungan Pemkot Madiun terhadap keputusan pemerintah, yang sudah mengeluarkan larangan warga untuk mudik di saat lebaran nanti. “Karena ini instruksi pusat, maka Pemkot Madiun dan forpimda (Forum Pimpinan Daerah) mengikuti semuanya. Tetapi kalau ada yang memaksa, maka kami siapkan tempat isolasi. Artinya kalau dia datang dan melanggar, mohon maaf kami isolasi,” jelas Maidi. 

Selain di bekas penjara peninggalan penjajah Belanda, Pemkot Madiun juga menyiapkan tempat isolasi lain bagi warga yang nekat mudik. Yaitu di asrama haji dan Stadion Wilis.

Wali Kota Maidi juga mengimbau, warga Kota Madiun yang merantau di luar daerah untuk tidak mudik. Dan silahkan mudik, jika pandemi Covid-19 sudah berakhir. 

Sekedar diketahui, rumah tahanan militer yang berada di Kelurahan Pangongangan, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun ini merupakan aset Kodam V Brawijaya. Penjara itu dibangun penjajah Belanda tahun 1818. Rumah tahanan itu dahulunya merupakan penjara bagi tahanan sipil yang dianggap memberontak pemerintahan. 

Pasca Indonesa merdeka, rumah tahanan itu masih digunakan untuk tawanan kasus-kasus politik. Salah satu tokoh nasional yang sempat menghuni di RTM itu adalah Sutan Syahrir. (nul)

Editor :