klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Terduga Teroris Warga Temayang Bojonegoro Kabarnya Bekerja di Kontraktor Migas

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Densus 88 saat berada di rumah terduga teroris di Desa Ngujung Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro
Densus 88 saat berada di rumah terduga teroris di Desa Ngujung Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Terduga teroris berinisial AP yang sebelumnya diamankan Densus 88 sekitar pukul 13.00 WIB tersebut diamankan di rumah istrinya di Desa Ngujung dan rumah orang tuanya di Kedung Sumber, Kecamatan Temayang, Bojonegoro adalah pekerja di Kontraktor Migas.

[irp]

AP Terduga Teroris di Kudus, adalah warga Desa Ngujung, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dikenal sebagai warga pendatang setelah menikah mendapatkan perempuan di Desa Ngujung dan AP juga dikenal pendiam dan tertutup.

Dari keterangan warga setempat AP ikut mertuanya setelah menikah pada tahun 2017 lalu, dan diketahui bekerja di Kontraktor Minyak dan Gas (Migas), namun tidak diketahui secara persisnya di Migas wilayah mana.

Ini disamapaikan oleh Eko Puryanto selaku kades Ngujung, Kecamatan Temayang, Bojonegoro.

"Terduga bekerja sebagai kontraktor migas, tapi tidak tau migas mana," ujar Eko Puryanto Kades Ngunjung Sabtu (3/4/2021)

Bahkan ada warga yang mengatakan bahwa AP pernah bekerja di Perusahaan Bidang Migas di Wilayah Bojonegoro, dan AP dikenal sangat pendiam dan sangat taat beribadah.

“Orangnya memang sangat tertutup jika pulang kerja jarang ketemu sama orang dan kita juga tidak tahu persis kegiatan keseharian setelah pulang kerja, tahu tahu ada Polisi banyak yang menggeledah rumahnya dan dikabarkan AP sudah di tangkap,” Kata Kades Ngujung

Dari penggeledahan oleh Detasmen 88 di rumah mertuanya, Di Desa Ngujung, Kecamatan Temayang, Tampak pasukan Detasmen 88 anti teror membawa sejumlah buku diperkirakan sebanyak 16 buah, Kaos dan Hanphone.

Kepala Desa Ngujung berpesan kepada masyarakat, dengan adanya kejadian tersebut, warga agar lebih berhati hati terhadap pendatang, dan juga warga yang tidak dikenal serta memberikan ajaran baru di Desanya, “jika ada yang dicurigai atau pendatang baru untuk segera melapor ke pemerintahan Desa,” pungkas Eko Puryanto. (bro)

Editor :