klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Bensin Eceran Langka, Antrean Pertalite di Sejumlah SPBU Sumenep Meningkat

avatar Hendra
  • URL berhasil dicopy
Aktivitas kendaraan di salah satu SPBU di Sumenep saat warga memilih membeli BBM langsung menyusul berkurangnya ketersediaan bensin eceran di sejumlah wilayah. (M.Hendra.E/Klikjatim.Com)
Aktivitas kendaraan di salah satu SPBU di Sumenep saat warga memilih membeli BBM langsung menyusul berkurangnya ketersediaan bensin eceran di sejumlah wilayah. (M.Hendra.E/Klikjatim.Com)

KLIKJATIM.Com | Sumenep – Antrean kendaraan roda dua terlihat mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sumenep, Selasa (16/6/2026). Meningkatnya antrean diduga dipicu berkurangnya ketersediaan bensin eceran di sejumlah wilayah sehingga masyarakat beralih membeli bahan bakar langsung ke SPBU.

Pantauan di beberapa SPBU di Kecamatan Kota Sumenep sejak pagi menunjukkan puluhan pengendara harus menunggu giliran untuk mengisi Pertalite. Kondisi antrean dinilai lebih padat dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Salah seorang warga Kecamatan Bluto, Firman, mengaku kesulitan mendapatkan bensin eceran yang biasanya tersedia di warung maupun toko kelontong dekat rumahnya. Akibatnya, ia terpaksa lebih sering mengisi bahan bakar di SPBU.

“Sekarang sudah sulit mendapatkan bensin eceran, jadi harus antre di SPBU. Kadang antreannya cepat, tapi lebih sering lama,” ujarnya.

Firman mengatakan dalam beberapa hari terakhir dirinya sudah beberapa kali mengantre di SPBU untuk mendapatkan Pertalite. Ia juga mengaku sempat mendengar informasi terkait berkurangnya kuota Pertalite, meski belum mengetahui kebenarannya.

“Sudah sekitar lima kali antre di SPBU. Soal kabar kuota berkurang saya juga sempat dengar, tapi belum tahu pasti,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Vida, warga lainnya yang mengaku pernah memilih membeli Pertamax karena tidak memiliki cukup waktu untuk menunggu antrean Pertalite yang cukup panjang.

Menanggapi kondisi tersebut, Pertamina memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Sumenep dan sekitarnya masih dalam kondisi aman. Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan tidak ada perubahan harga untuk BBM subsidi, termasuk Pertalite.

Menurut Ahad, penyesuaian harga yang dilakukan Pertamina hanya berlaku pada produk BBM nonsubsidi dan telah mendapatkan persetujuan pemerintah.

Untuk mengantisipasi peningkatan permintaan Pertalite, Pertamina juga telah menginstruksikan SPBU melakukan penambahan stok. Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi kemungkinan adanya peralihan konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.

“Stok di SPBU masih aman dan mencukupi. Terminal BBM juga dalam kondisi siaga. Kami terus melakukan monitoring terhadap ketersediaan stok, realisasi penyaluran harian, posisi mobil tangki, hingga estimasi kedatangan pasokan berikutnya,” jelas Ahad.

Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM melalui lembaga penyalur resmi atau SPBU dan melakukan pembelian sesuai kebutuhan. Perusahaan memastikan ketersediaan BBM subsidi maupun nonsubsidi tetap mencukupi untuk melayani kebutuhan masyarakat.

Editor :