KLIKJATIM.com | Tulungagung - Pembahasan bantuan keuangan untuk pedagang pasar campurdarat, sedianya dilaksanakan pada Kamis (01/04) siang ini, oleh Komisi C DPRD Tulungagung dan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar di ruang aspirasi DPRD Tulungagung.
[irp]
Namun agenda tersebut urung dilakukan, setelah Kepala Disperindag Tulungagung tidak bisa menghadiri pembahasan dengan alasan belum menerima surat undangan, dan hanya mewakilkan staffnya untuk mengikuti pembahasan tersebut.
Ketua Komisi C DPRD Tulungagung, Asrori mengatakan, tanpa mengurangi rasa hormat namun jika staffnya yang dihadirkan dalam pertemuan semacam ini maka hasilnya pun pasti akan menunggu keputusan Kepala Dinas, oleh sebab itu kami memutuskan untuk mengundang kembali di lain kesempatan.
"Bukan tidak menghormati, karena jabatannya sebagai staff kan ndak bisa mengambil keputusan, makanya kita jadwal ulang agar kepala dinasnya yang bisa hadir,"ujarnya.
Asrori menjelaskan, selain kebutuhan pembangunan secara fisik, seperti pembangunan berupa Tempat Penampungan Sementara (TPS) untuk pedagang pasca kebakaran, pedagang juga memerlukan bantuan keuangan untuk pedagang yang menjadi korban kebakaran.
"Itu yang kurang, tadi yang disampaikan itukan pembangunan fisik, yang pembangunan non fisiknya harusnya diperhatikan juga,"jelasnya.
Asrori menyebut, bantuan keuangan yang pantas seharusnya diterima pedagang yang menjadi korban kebakaran, namun untuk nilai nominalnya, menurut politisi Golkar ini perlu pembahasan mendalam dengan Disperindag Tulungagung. "Sepantas pantasnya,nilainya nanti dibahasa dengan Dinas," ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran pasar Campurdarat yang terjadi pada Rabu (17/03) yang lalu mengakibatkan 4125 Meter persegi lahan pasar terbakar, kemudian 5 kios, 64 los dan 228 pelataran pedagang habis terbakar, akibatnya 297 pedagang kehilangan tempat berjualannya.
Editor : Fauzy Ahmad