KLIKJATIM.Com | Tuban—Dua orang perempuan tewas ditabrak truk box di jalur nasional pantura, tepatnya di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Tuban, Rabu (31/3/2021) malam. Dua perempuan tersebut diketahui baru saja keluar dari tempat karaoke dengan dibonceng seorang pria.
[irp]Dua perempuan yang tewas itu Puput Meita Sari (30) asal Desa Baktiharjo, Kecamatan Semanding, Tuban dan Rika (25) warga Desa Gemulung, Kecamatan Kerek, Tuban. Sementara Juwanto Haru Hendirarto (22) warga Desa Sumuragung, Kecamatan Kota Tuban yang membonceng dua perempuan itu selamat.
Kecelakaan di jalan nasional itu sempat terekam CCTV yang terpasang di tempat karaoke. Usai menabrak, truk box yang belum diketahui identitasnya itu langsung kabur.
Kecalakaan itu bermula saat dua perempuan itu diboncengkan Juwanto dengan menggunakan sepeda motot Beat Nopol S 4937 FB. Diketahui, motor tersebut keluar dari pintu tempat hiburan malam DK yang ada di sebelah selatan jalan raya jalur pantura itu.
“Kendaraan sepeda motor itu berjalan menyeberang dari arah selatan ke utara. Tanpa melihat situasi arus lalu lintas dan tidak prioritas jalur utama,” terang Ipda Eko Sulistyo, Kanit Laka Sat Lantas Polres Tuban.
Ketika hendak mennyeberang jalan itu, tiba-tiba dari arah timur melaju kendaraan truk box yang berjalan dengan kecepatan tinggi. Selanjutnya, sepeda motor tersebut ditabrak kendaraan truk yang tidak diketahui identitasnya hingga akhirnya dua korban wanita itu tergeletak di jalan.
“Akibat dari kejadian kecelakaan itu dua korban wanita penumpang dari sepeda motor meninggal dunia. Sedangkan pengendara motor selamat,” sambungnya.
Sementara itu, petugas Unit Laka dari Sat Lantas Polres Tuban yang mendapatkan laporan adanya kejadian kecelakaan maut itu langsung mendatangi TKP dan mencari keterangan para saksi. Selanjutnya, petugas berusaha mencari kendaraan truk box yang kabur setelah terlibat dalam kecelakaan itu.
“Untuk kendaraan truk box yang terlibat masih kita lakukan pencarian. Kita sudah melakukan upaya pengejaran sampai di Rembang, tapi masih belum ketemu,” pungkasnya. (ris)
Editor : M Nur Afifullah