klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Gagal Raih 3 Poin, Arema FC Evaluasi Tim

avatar Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Arema Vs Persikabo
Arema Vs Persikabo

KLIKJATIM.Com I Malang - Harapan tim Arema FC untuk memetik tiga poin di laga perdana Piala Menpora harus dikubur dalam-dalam. Pada pertandingan kontra Persikabo kemarin (21/3), hasil imbang 1-1 harus diterima kedua tim dengan legawa.

[irp]

Dari pertandingan itu, setidaknya ada dua poin evaluasi yang tercatat oleh tim pelatih Singo Edan. Pertama, soal lemahnya finishing touch penggawa-penggawanya.

”Kami akan segera memperbaiki hal itu (finishing touch). Saya hitung hari ini (kemarin) kami punya 3 peluang emas di babak pertama. Namun, belum jadi gol,” ujar asisten pelatih Arema FC Kuncoro.

Kurang bagusnya finishing touch penggawa Arema FC sudah tersaji sejak menit-menit awal pertandingan. Mereka yang mengambil inisiatif serangan terlebih dahulu masih gagal memaksimalkan peluang yang didapat. Salah satunya ketika Dedik Setiawan mendapatkan peluang di menit ke-3. Sepakannya saat itu masih belum mengarah ke gawang. Begitu juga dengan peluang Kushedya Hari Yudo pada menit 13. Dia yang sudah berhadapan satu lawan satu dengan kiper Persikabo 1973 Syahrul Trisna Fadillah masih belum berhasil menceploskan bola ke gawang lawan.

Malah, Laskar Padjadjaran–julukan Persikabo 1973– yang tidak banyak menekan sukses mencetak gol lebih dahulu. Ialah Ahmad Nufiandani yang memanfaatkan kemelut di depan gawang Teguh Amiruddin usai sepakan bebas Wawan Febrianto menjadi gol di menit ke-11. Gol eks penggawa Arema FC itu menjadi satunya-satunya poin di babak pertama.

Dari catatan Jawa Pos Radar Malang, selama interval pertama pertandingan Arema FC mempunyai 8 peluang untuk mencetak gol. Mayoritas peluang itu didapatkan pemain-pemain lini depan. Seperti Dedik Setiawan, Kushedya Hari Yudo, dan Bruno Smith. Kondisi di awal-awal babak kedua tidak banyak berubah. Arema FC yang tertinggal tampil menekan.

Namun, gol penyeimbang kedudukan baru lahir di menit 82. Berawal dari keberuntungan, saat pemain Persikabo 1973 yang akan membuang bola jauh dari area pertahanannya malah membenturkannya ke wajah Dendi Santoso dan akhirnya berbuah jadi gol. Di interval kedua pertandingan kemarin, peluang yang dicatatkan Arema FC lebih sedikit. Sepanjang laga, hanya ada 5 peluang. Meski mendapat peluang lebih sedikit, Kuncoro tetap memberikan apresiasi khusus kepada pemain-pemainnya. Khususnya untuk barisan penyerang.

”Pada pertandingan tadi (kemarin), penyerang kami sudah berusaha sebaik mungkin. Memang keberuntungan belum banyak memihak kepada kami,” jelas eks pemain Arema era Galatama itu. Menurunnya jumlah peluang di babak kedua itu juga membuat poin evaluasi kedua dicatat tim pelatih. Poin itu seputar kekuatan fisik penggawa-penggawa Singo Edan. Beranjak dari hal itu, jajaran pelatih tim Singo Edan memastikan bila pihaknya akan terus berproses.

”Kalau mereka (Persikabo 1973) memang sudah kumpul lama. Jadi mempunyai kondisi fisik yang lebih bagus dari kami,” imbuh Kuncoro.

Pelatih Persikabo 1973 Igor Nikolayevich mengatakan, pertandingan melawan Arema FC kemarin sedikit mengecewakannya. Sebab, dia mengakui, Andy Setyo dan kawan-kawan sudah bermain sesuai yang direncanakan.

”Gol (penyeimbang) Arema FC tadi (kemarin) cukup menyakitkan,” ujar pelatih asal Belarusia itu.

Namun, dia melanjutkan, hal itu akan menjadi bahan evaluasinya juga. Bagi tim Singo Edan, laga berikutnya dengan PSIS Semarang pada Kamis (25/3) dan Barito Putera pada Selasa (30/3) diprediksi bakal berjalan lebih sengit. Kedua tim yang akan jadi calon lawan itu dikenal mempunyai pertahanan yang bagus. PSIS Semarang misalnya. Dari catatan koran ini, pada pertemuan terakhir keduanya 12 Maret 2020 lalu, Arema FC gagal menceploskan satu gol pun. Akibatnya, mereka saat itu tumbang dengan skor 2-0. Berkaca dari catatan itu, penting bagi Singo Edan untuk mempertajam finishing touch para pemainnya. (hen)

Editor :