KLIKJATIM.Com I Gresik – Harga cabai rawit di pasaran setiap pekan terus merangkak naik. Terakhir, harga di pasar mengalami kenaikan Rp 3.571 rupiah menjadi Rp 117 ribu. Padahal tidak sampai sebulan lagi bulan suci Ramadhan datang. Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan pun belum bisa memprediksi harga cabai ke depan.
[irp]
Sebelumnya harga cabai rawit di awal bulan lalu masih berada di harga Rp 100 ribu. Harga itu sebetulnya sudah meroket terlampau tajam. Mengingat, harga normal cabai rawit hanya berkisar Rp 35 ribu sampai Rp 50 rb.
Kepala Diskoperindag Gresik Agus Budiono mengatakan, semua komoditi baik komoditi basah sekalipun terpantau aman. Namun, khusus untuk cabai rawit, pihaknya kesulitan memprediksi harga. Apalagi untuk harga ke depan menjelang bulan puasa. Dimana harga sejumlah kebutuhan pokok biasanya naik.
“Ya ini tidak bisa diprediksi ketika puasa nanti harganya sampai berapa,”katanya, Kamis (18/3/2021).
Sebetulnya, tingginya harga cabai ini tidak begitu dirasakan oleh masyarakat. Mengingat, konsumen cabai rawit didominasi oleh pedagang makanan. Meski begitu tidak menutup kemungkinan masyarakat pun ikut terkena imbas harga cabai yang melambung tinggi ini.
Karena itu pihaknya meminta agar masyarakat mulai menanam cabai sendiri di pekarangan rumah sejak sekarang. Apalagi ketika bulan puasa nanti kebutuhan cabai diprediksi bakal meningkat. “Saat ini kami tengah mengedukasi masyarakat untuk gerakan menanam cabai di pekarangan. Sebagai antisipasi ketika puasa maupun lebaran nanti,” ujarnya.
Menurut Agus, ketersediaan cabai di pasar saat ini memang sangat minim. Selain dipengaruhi cuaca, minimnya stok cabai itu juga karena permintaan perusahaan. Perlu diketahui, konsumen cabai tidak hanya masyarakat umum maupun pedagang makanan, melainkan juga industri dengan bahan baku cabai.
“Sekarang sudah ada berapa merk saus sambal yang beredar di lapangan? Kemudian setiap perusahaan membutuhkan berapa ton cabai? Mereka ini sudah memesan kepada petani cabai. Sehingga stok di pasar semakin menurun drastis karena kalah dengan industri,” jelasnya. (bro)
Editor : Redaksi
Kebutuhan 4.000 Titik PJU di Gresik Belum Terakomodasi, DPRD Soroti Prioritas Anggaran
KLIKJATIM.Com | Gresik – Kebutuhan penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Gresik mencapai sekitar 4.000 titik. Namun, kebutuhan tersebut belum seluruhnya t…
Jember Pecahkan Dua Rekor MURI Lewat Kirab 527 Ancak Agung dan Gunungan 1.600 Suwar-suwir
KLIKJATIM.Com | Jember – Kabupaten Jember kembali mencatat prestasi di tingkat nasional dengan memecahkan dua Rekor Dunia Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) m…
Gresik Catat 72 Kebakaran Selama Agustus, Lahan Kosong di Driyorejo Kembali Terbakar
KLIKJATIM.Com | Gresik – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik mencatat 72 kejadian kebakaran selama Agustus 2026. Salah satu k…
Polres Situbondo Buka Layanan Hapus Tato Gratis
Polres Situbondo, Jawa Timur, kembali memberikan layanan hapus tato gratis bagi masyarakat. Layanan ini rutin digelar karena selalu banyak peminatnya.…
Universitas Brawijaya Kirim Bantuan Medis dan Logistik ke NTT
Bantuan untuk korban terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir. Kali ini, Universitas Brawijaya (UB) memberangkatkan bantuan medis logistik…
Arumi Bachsin: Jambore Jadi Bekal Generasi Muda Jawa Timur Tumbuh Mandiri dan Tangguh
Tutup Jambore Nasional XII di Cibubur, Arumi Bachsin: Jambore Jadi Bekal Generasi Muda Jawa Timur Tumbuh Mandiri dan Tangguh…