KLIKJATIM.Com | Gresik — Kendati pandemi Covid-19, tidak menyurutkan Citra Nur Ma'rifah (14) dan Rizkya Ramadhani (14) dua siswi kelas VIII Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nahdlatul Ulama (NU) Trate untuk berkarya.
[irp]
Mereka berdua berhasil menemukan adanya arus listrik dari limbah pembuatan tempe yang berasal dari fermentasi kedelai.
Setelah melakukan riset selama Bulan Juli hingga November 2020 kemarin, kedua siswi tersebut berhasil menemukan adanya energi terbarukan berupa arus listrik dari limbah pembuatan tempe, yang selama ini tidak pernah dibayangkan oleh banyak orang dan kerap dibuang begitu saja usai proses produksi.
“Ide awal itu muncul, setelah kami melihat banyak industri pembuatan tempe di sekitar rumah dan sekolah, yang biasa membuang limbah tempe itu begitu saja,” ujar Citra saat ditemui awak media di MTs NU Trate, Rabu (10/3/2021).
Limbah pembuatan tempe lantas diolah melalui beberapa langkah, salah satunya dengan mencampurkan air. Untuk 300 mililiter limbah pembuatan tempe, dicampurkan air sekitar 1 liter, guna mendapatkan listrik bertegangan 3,42 volt dengan arus 13,50 miliampere.
Dari uji coba yang dilakukan kedua siswi tersebut, mampu menghidupkan lampu LED sekitar 3 jam. Oleh Citra dan Rizkya, temuan ini kemudian dinamakan Biobaterai, kendati mereka menyadari bila temuan ini masih membutuhkan beberapa penyempurnaan agar dapat sesuai harapan.
“Selain kabel sebagai penghantar, kami juga gunakan lempengan besi dan tembaga yang berfungsi sebagai elektroda positif dan negatif,” ucapnya.
Sementara Faiq Rofiqi selaku guru pembimbing kedua siswi tersebut mengaku, cukup bangga dengan apa yang dilakukan oleh anak didiknya. Terlebih, hasil inovasi tersebut sempat dikukuhkan menjadi juara pertama dalam lomba karya ilmiah yang diselenggarakan oleh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lamongan beberapa waktu lalu.
“Kami cukup mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh para siswa. Pihak sekolah juga sangat mendukung riset yang dilakukan para siswa, mulai dari penyediaan sarana maupun prasarana pendukung,” kata Faiq.
Ia berharap, hasil inovasi kedua siswi ini dapat dilanjutkan oleh para peneliti yang lebih mumpuni, sehingga dapat dimanfaatkan secara luas bagi keperluan dan kesejahteraan masyarakat dalam rangka memberikan energi terbarukan pada dunia pembangkit listrik.
“Kami juga berharap, penemuan kedua siswi ini dapat dilanjutkan oleh para peneliti lain jika limbah tempe dapat menghasilkan listrik, supaya dapat menghasilkan energi terbarukan dan tidak sekedar mengandalkan sumber daya alam yang kian menipis jumlahnya,” tutur Faiq. (bro)
Editor : Redaksi
LPJ PBNU 2021–2026 Diterima Aklamasi, Gus Yahya Akui Ada Kekurangan Selama Lima Tahun Kepengurusan
KLIKJATIM.Com | Jombang – Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2021–2026 yang disampaikan Ketua Umum PBNU KH Yah…
Pemkab Gresik Kirim Bantuan Rp250 Juta untuk Korban Gempa NTT
KLIKJATIM.Com | Gresik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama sejumlah organisasi dan elemen masyarakat mengirimkan bantuan kemanusiaan senilai Rp250 j…
Pompa Listrik PLN Bantu Atasi Krisis Air Petani Desa Mekarsari
KLIKJATIM.Com | Bandung – Persoalan keterbatasan air saat musim kemarau menjadi tantangan bagi petani di Desa Mekarsari. Kondisi tersebut kini mulai teratasi s…
Rayakan HUT ke-81 RI, BKMS Gelar Tenant Independence Games hingga Fun Walk
Dalam rangka menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia, PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) bersama para tenant di kawasan Java Integrated Industrial and Por…
BPJS Kesehatan Jelaskan Layanan yang Tidak Masuk Jaminan JKN
KLIKJATIM.Com | Gresik – Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu memahami bahwa tidak seluruh jenis pelayanan kesehatan masuk dalam cakupan pembiayaan B…
PT Smelting Bidik 30.000 Mangrove untuk Perkuat Ekosistem Pesisir Gresik
PT Smelting mengawali Program Konservasi Mangrove “Pesisir Lestari” dengan menanam 10.000 mangrove di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa T…