klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Hadapi Industri 4.0, Kalangan Mahasiswa Diajak Lebih Kreatif dan Melek Teknologi

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak saat memberikan kuliah umum saat menghadiri Temu Nasional BEM Nusantara XII di Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya. (ist)
Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak saat memberikan kuliah umum saat menghadiri Temu Nasional BEM Nusantara XII di Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya. (ist)

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak mengajak para mahasiswa yang sekaligus calon angkatan kerja untuk meningkatkan kreatifitas dan produktivitas. Hal ini sangat penting untuk menghadapi revolusi industri 4.0.

[irp]

"Kita harus bisa membangun generasi yang semakin kreatif dan produktif untuk menghadapi revolusi industri 4.0," kata Emil, saat menghadiri Temu Nasional BEM Nusantara XII di Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya, Selasa (9/3/2021).

Peningkatan itu bisa dilakukan dengan kemampuan membaca peluang kerja dan mampu mendobrak sesuatu yang saat ini menjadi hal lumrah. Dijelaskan, saat ini peluang kerja terbuka pada industri-industri kreatif yang memanfaatkan teknologi digital. "Karenanya, kita juga harus melakukan akselerasi. Terlebih peluang kerja di industri kreatif sudah terbuka lebar," jelasnya.

Membangun kebersamaan untuk menghadapi persoalan yang timbul juga menjadi hal penting. Sebab akan tercipta kekuatan dari masing-masing segmen, serta bisa memberikan sedikit banyak kontribusi dalam upaya pemecahan permasalahan.

"Indonesia harus bisa menggelorakan semangat gotong royong. Artinya semangat kebersamaan yang harus dibangun, ini salah satu cara untuk menyikapi situasi yang ada," jelasnya.

Perlu diketahui bahwa terjadinya pandemi Covid-19 telah memukul perekonomian dunia. Sedangkan Jatim sendiri menyumbang seperenam perekonomian seluruh Indonesia.

Lebih lanjut diterangkan, jika setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi akan ada 400.000 lapangan pekerjaan, maka Jatim sendiri menyediakan 60.000 sampai 70.000 lapangan kerja. "Hanya saja pandemi membuat pertumbuhan ekonomi kita terkontraksi sebesar (minus) -2,39 persen pada triwulan keempat 2020 lalu. Ini berimbas pada industri dan lapangan kerja, sehingga kita membutuhkan skill kreativitas untuk bertahan hidup," papar mantan Bupati Trenggalek ini.

Bahkan tak dipungkiri bakal ada banyak industri yang berpotensi mengalami otomatisasi, sehingga dapat mengancam jumlah lapangan kerja. Antara lain sektor konstruksi sebesar 45 persen, pertanian 49 persen, perdagangan retail 53 persen, transportasi dan logistik 65 persen, serta manufaktur 65 persen.

Kendati demikian, namun tetap akan muncul pula peluang kerja berdasarkan kreatifitas. Contohnya pengembangan digital yang meliputi star-up, robotic, 3D printing, artificial intelligence, film dan animasi.

Selanjutnya dengan jumlah penduduk 40,67 juta, ada 69,6 persen berusia produktif. Nah, pihaknya pun optimis bahwa perekonomian dapat dengan segera pulih. "Bonus demografi bisa menjadi malapetaka, tapi bisa juga menjadi berkah tergantung bagaimana menyiapkan generasi kita," ucapnya.

Karena itu, sudah menjadi tugas lingkungan mahasiswa untuk mempersiapkan mereka di masa depan pada era 4.0. "Tidak perlu ahli. Yang penting melek teknologi dan tidak gaptek," tandasnya. (nul)

Editor :