KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Pemugaran Candi Mirigambar yang ada di desa Mirigambar kecamatan Sumbergempol Tulungagung, secara resmi dimulai pada Sabtu (06/03/2021) siang tadi.
[irp]Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo bersama dengan Kepala BPCB Jawa Timur, Zakaria Kasimin dan Kepala DInas Kebudayaan dan Pariwisata JAwa Timur, Sinarto secara simbolis melaksanakan pelepasa batu pertama candi Mirigambar.
Ditemui usai seremonial pelepasan batu pertama, Maryoto mengatakan perlu dukungan semua pihak termasuk masyarakat untuk melestarikan benda cagar budaya yang ada di Tulungagung.
Pihaknya mengapresiasi BPCB Jawa Timur yang telah bersedia memugar Candi Mirigambar di Tulungagung, terlebih candi Mirigambar ini bukan candi pertama yang dipugar, sebab Candi Sanggrahan yang ada di kecamatan Boyolangu juga menjadi candi lain yang kini tengah dipugar dan sedang merampungkan proses finishingnya.
"Di Tulungagung ini ada dua Candi yang dipugar, yakni di Sanggrahan sama di Mirigambar ini, ini butuh peran semuanya termasuk masyarakat,untuk ikut membantu dan menyelamatkan benda cagar budaya, seperti candi ini,"ujarnya.
Maryoto menyebut, pihaknya juga telah melakukan upaya yang sama untuk menyelamatkan benda cagar budaya di Tulungagung, dengan mengeluarkan Peraturan Bupati mengenai 9 benda Cagar Budaya di Tulungagung.
"Peraturan Bupati yang telah kita buat itu di dalamnya ada 9 benda cagar budaya yang ada di Tulungagung,itu salah satu dukungan pemerintah untuk penyelematan benda cagar budaya," terangnya.
Sementara itu Kepala BPCB Jawa Timur, Zakaria Kasimin mengatakan, perlu waktu lebih kurang 5 bulan untuk melepaskan batu batu yang tersusun di Candi Mirigambar, kemudian untuk memasangnya kembali juga diperlukan waktu yang sama.
Pihaknya menegaskan, dalam pemugaran ini proses pelepasan batu tidak bisa dilakukan sembarangan. Zakaria menyebut, pelepasan batu dibarengi dengan penandaan dari susun persusun, sehingga dalam proses penyusunan kembalinya nanti, tidak terjadi kesalahan penyusunan.
"Dalam pelepasannya kita lakukan dokumentasi, penomeran dan tidak asal dilepas, begitu juga saat nanti dikembalikan, tidak asa tumpuk karena ada urutannya, kita targetkan 10 bulan selesai," terangnya.
Pihaknya berharap, dengan adanya pemugaran ini maka upaya pihaknya untuk melakukan penyelamatan benda cagar budaya bisa tercapai. (mkr)
Editor : Iman
Buka Pintu Bagi Warga Sekitar, Daycare Petrokimia Gresik Raih Apresiasi dari Menteri PPPA
KLIKJATIM.Com | Gresik – Komitmen PT Petrokimia Gresik dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif mendapat pengakuan di tingkat nasional.…
Antrean Pertalite Mengular di Sumenep, Bupati Fauzi Minta Warga Kurangi Perjalanan Tak Mendesak
KLIKJATIM.Com | Sumenep – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sumenep,…
Bidik Jadi Percontohan KTR, Komnas Pengendalian Tembakau Terjun Langsung ke Bojonegoro
KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kian serius mematangkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan yang sehat…
Rakor Dewan Pakar IKA UNAIR: Khofifah dan Menko AHY Dorong Alumni Bergerak Masif dan Lahirkan Gagasan Out of the Box
KLIKJATIM.Com | Surabaya – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR), Khofifah…
IKPT Mulai Proyek Metering Gas di JIIPE, Perkuat Infrastruktur Energi Kawasan Industri
PT Instrumen Kontrol Presisi Teknologi (IKPT) resmi memulai pelaksanaan proyek Supply dan Install Metering Gas Orifice 12 Inch ANSI 300 Titik Serah XYS melalui…
Pemkab Bojonegoro Dorong Masjid Ramah Anak, Takmir Diminta Jangan ‘Serengen’ kepada Bocah
KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mendorong masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang yang aman dan menyen…