KLIKJATIM.Com | Blitar - Salah satu permintaan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri sertijab Bupati dan Wakil Bupati Blitar, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar, percematan pembangunan ekonomi. Kepala daerah diminta segera membedah amanah dalam Perpres No 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Jawa Timur.
[irp]
Ada 44 item proyek strategis nasional yang masuk dalam wilayah Kabupaten Blitar dan juga Kota Blitar. Meliputi Selingkar Wilis dan Lintas Selatan itu tersebar di Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Blitar, Kabupaten Kediri, Kabupaten Tulungagung, kemudian Kabupaten Blitar, dan ada satu di Kota Blitar.
Total nilai investasinya sebesar Rp 41,8 trilliun. Khusus untuk di Kabupaten Blitar, salah satunya yang masuk dalam proyek strategis nasional itu di antatanya program pelebaran Jalan Nasional Blitar-Tulungagung-Ngujang. Selain itu juga perbaikan jalan nasional Brongkos Karangkates, pembangunan TPA Blitar, pengembangan kawasan wisata makam Bung Karno. Penataan kawasan geosite pantai Klayar, pantai Srau, dan pantai Pancer Dorr.
Karena itu, lanjut Khofifah, Bupati dan Wabup Blitar diharapan bisa segera breakdown atau membedah dengan detail program-program pengembangan Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan. "Supaya bisa langsung membedah jenisnya apa, nilai investasinya berapa, sumber pembiayaan yang ada dalam provincial management office (PMO) berapa, Ini semua memerlukan pembahasan bersama, kontinyu dan detail," urainya.
Khofifah juga menyampaikan potensi Kabupaten Blitar yang terus dikembangkan diantaranya ayam dan telur. Stabilisasi harga ayam dan telur menjadi hal yang penting. Akan sangat berpengaruh pada para peternak ayam petelur maupun ayam potong yang ada di Kabupaten Blitar.
Di sisi lain khusus untuk Wali Kota Blitar Santoso dan Wakil Wali Kota Tjutjuk Sunario, Khofifah memesankan dalam Perpres 80 Tahun 2019 itu ada proyek strategis nasional yaitu pengembangan wisata Kompleks Makam Bung Karno, Perjuangan PETA, dan Kampung Kreatif.
Proyek itu akan didanai dengan sumber pembiayaan dari APBN dengan nilai Rp 66,7 miliar. Khofifah berpesan agar Pemda memberi dukungan percepatan dan pengembangan yang strategis. "Ini bisa menjadi gravitasi ideologis, gravitasi sosial ekonomi bahkan secara geopolitik gravitasinya akan luar biasa dari potensi yang dimiliki Kota Blitar ini," tegas Khofifah.
Sehingga Kota Blitar akan menjadi pusat referensi dari pembangunan persatuan, nasionalisme dan proses membangun NKRI. "Nasionalisme dan proses membangun persatuan dan kesatuan dalam kerangka NKRI itu adalah sesuatu yang inheren yang hadir dari seluruh ruh pemimpin negeri ini," pungkasnya. (rtn)
Editor : Redaksi