KLIKJATIM.Com | Surabaya – Setelah dilantik gubernur, sejumlah kepala daerah hasil pilkada Jatim 2020 melakukan sertijab (serah terima jabatan red). Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa dipastikan menghadiri prosesi sertijab tersebut. Jadwalnya dari 1-7 Maret 2021 secara bergantian.
[irp]
Rinciannya, sertijab dimulai dari Kota Surabaya, dilanjutkan Kabupaten Sidoarjo dan Kota Pasuruan. Pada hari kedua, sertijab dilakukan kabupaten Jember, Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Banyuwangi.
Jadwal hari ketiga sertijab Kabupaten Malang, Kababupaten Blitar, dan Kabupaten Kediri. Keesokan harinya kabupaten Ponorogo, dan Kabupaten Ngawi. Hari Kelima di Kabupaten Mojokerto. Dilanjutakan hari keenam di Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik. Sedangkan untuk hari ketujuh Khofifah m menghadiri sertijab di Kabupaten Sumenep.
Total ada 17 pasangan kepala daerah yang melakukan sertijab. Sedangkan tiga kepala daerah yaitu Kota Blitar, Kabupaten Malang, dan Trenggalek langsung melaksanakan tugas tanpa sertijab.
Ini sesuai dengan erpres No. 16 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Pelantikan, pada Pasal 13 Ayat 4. Dimana, disebutkan Dalam hal gubernur, bupati, dan walikota yang dilantik merupakan petahana dan tidak terdapat jeda Penjabat Gubernur, Penjabat Bupati, dan Penjabat Walikota tidak dilakukan serah terima jabatan.
Meski begitu, bagi 3 kabupaten/kota tersebut harus tetap melaksanakan rapat paripurna dalam rangka penyampaian pidato visi dan misi kepala daerah. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Begitu pula dengan pelaksanaan sertijab digelar dalam rapat paripurna DPRD. Sekaligus mendengarkan pidato kepala daerah yang sudah dilantik. Untuk serah terima jabatan dari Plh. Bupati/Walikota kepada Bupati/Walikota yang telah dilantik dilakukan sebelum sidang paripurna.
Khofifah menyampaikan, kegiatan sertijab sengaja digelar secara marathon agar program kerja selama kampanye bisa segera direalisasikan. Terlebih masyarakat memang sudah sangat menunggu kerja nyata para bupati/walikota beserta para wakilnya yang di lantik pada tanggal 26 Februari ini.
“Nantinya kegiatan sertijab juga akan digelar dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Para undangan juga sangat terbatas, untuk mencegah penularan Covid-19,” katanya .
Khofifah berpesan agar semua pihak baik antara Pemerintah Provinsi, Kab/ Kota maupun DPRD Kab/Kota bisa menjaga dan memastikan kegiatan tersebut berjalan lancar. Ini penting, karena hal ini juga bentuk adanya harmonisasi dan sinergi hubungan antara para kepala daerah dengan DPRD Kab/kotanya.
"Semoga Allah memberikan kemudahan dan kelancaran dalam acara tersebut. Kami mohon do'a kepada seluruh masyarakat Jawa Timur agar semua berjalan lancar dan sukses," pungkas Khofifah. (rtn)
Editor : Redaksi