KLIKJATIM.Com | Bojonegoro—Penyanyi Nella Kharisma Sabtu (19/10/2019) malam menggetarkan alun-alun Kabupaten Bojonegoro. Puluhan lagu yang dilantunkan dengan diselingi cendol dawet berhasil menghipnotis ‘sobat ambyar’ Bojonegoro.
Tampilnya Nella Kharisma itu dalam rangkaian peringatan puncak Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-342. Lagu Pamer Bojo hingga Cidro yang dilantunkan membuat sobat ambyar—generasi milenial yang menyukai lagu-lagu patah hati—Bojonegoro terhipnotis. Ditambah lagi cendol dawet yang disisipkan di setiap lagu membuat alun-alun Bojonegoro bergetar saat penonton yang dipandu Nella Kharisma menyanyikan bersama.
“Cendol dawet, cendol dawet seger, cendol-cendol, dawet-dawet, cendol dawet seger,” sobat ambyar yang dipandu Nella bersama-sama melantunkan sambil bergoyang.
[irp]
Sebelumnya, malam puncak Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-342 tahun 2019 lebih dulu dilakukan grebek berkah Bojonegoro atau rebutan gunungan kaya praja. Kegiatan grebek berkah diawali dengan prosesi penyerahan api semangat (api abadi) yang dibawa oleh Ketua DPRD Bojonegoro Imam Solikin untuk di arak ke pendopo. Lalu api semangat diserahkan kepada Bupati Bojonegoro Anna Muawanah, untuk di semayamkan di pendopo Bojonegoro.
Setelah dilakukan penyemayaman api semangat dilanjut dengan Grebek Berkah Jenogoro atau rebutan gunungan kaya praja di alun-alun Bojonegoro. Ada 29 Gunungan yang diperebutkan. 28 gunungan berasal dari kecamatan se-Bojonegoro, sementara 1 gunungan lagi dari Pemkab Bojonegoro.
Bupati Bojonegoro Anna Muawanah mengatakan, acara Grebek Berkah ini bertujuan untuk melestarikan budaya local Bojonegoro. Begitu, masyarakat Bojonegoro semakin bangga terhadap jati dirinya sebagai warga Bojonegoro.
[irp]
"Dengan digelarnya even budaya tahunan ini, diharap bisa menambah atraksi budaya dan daya tarik wisata untuk menyongsong bojonegoro terusan wisata dengan branding Pinarak Bojonegoro,” kata bupati perempuan pertama di Bojonegoro ini.
Hal senada dikatakan Ketua DPRD Bojonegoro, Imam Solihin. Menurut imam, Grebek Berkah ini memiliki banyak nilai bagi warga Bojonegoro. Selain sebagai ajang silaturrahmi dan guyub rukun antar warga, juga sebagai pelestarian kebudayaan lokal.
“Harapannya tahun depan bisa lebih meriah lagi, dan seluruh lapisan masyarakat bisa ikut merayakan di HJB yang akan datang,” jelas politisi PKB Itu. (af/mkr)
Editor : Redaksi