klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Gemuruh Aktivitas Gunung Raung Banyuwangi Getarkan Kaca Rumah Warga

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Gunung Raung
Gunung Raung

KLIKJATIM.Com | Banyuwangi - Gunung Api Raung di Banyuwangi, terus menunjukkan aktivitasnya. Meski kini asap abu vulkanik yang menyembur intensitasnya cenderung menipis, namun suara gemuruh dari aktivitas Gunung Api Raung masih terdengar oleh warga yang berada di kawasan lereng pegunungan hingga rumah di sekitar pemukiman bergetar.

[irp]

Di salah satu kawasan Perkampungan yaitu Perkampungan Dani, Desa Sumber Arum, Kecamatan Songgon misalnya, suara gemuruh dari aktivitas Gunung Raung kerap kali tendengar oleh warga. Perkampungan yang hanya dihuni 16 Kepala Keluarga (KK) ini dengan jelas mendengar suara auman Gunung Raung dan getaran pada kaca rumah warga di sekitar, karena letak perkampungan ini hanya delapan kilometer dari Gunung Api Raung.

Salah satu warga, Suyono yang rumahnya berjarak sekitar 20 km dari puncak Gunung Raung mengaku, dirinya kerap mendengar suara gemuruh dan dentuman dari Gunung Raung . 

“Dentuman itu sampai menggetarkan kaca cendela rumah,” tutur Suyomo.

Menurut salah satu petugas PGA Songgon, Burhan Aletea mengungkapkan, gempa tremor berlangsung secara terus menerus. Gempa tremor yang berlangsung secara terus menurus, terekam di sesmograf amplitudo kegempaannya mencapai 3-8 mm, dominan 4 mm.

"Abu vulkanik berwarna kelabu pekat membumbung setinggi 400-500 meter dari bibir kawah, condong ke arah timur mengikuti hembusan angin,” ujar Petugas PGA Songgon, Burhan Aletea. 

Menanggapi hal ini, Forpimka Songgon menghimbau kepada warga setempat untuk tidak panik. Namun warga tetap diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan jika sewaktu-waktu aktivitas Gunung Api Raung mengalami peningkatan aktivitas yang signifikan.

Kepala Desa Sumber Arum, Ali Nurfatoni mengatakan, sembari mensosialisasikan protokol kesehatan Covid-19, petugas meminta warga agar selalu mengenakan masker dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya.

“Masker wajib digunakan. Selain untuk pencegahan covid, masker juga penting jika sewaktu-wakyu abu Raungnya mengarah ke sini. Mohon terus dipakai ya,” ujar Ali Nurfatoni didamping Kapolsek dan Danramil. 

Toni, panggilan karibnya, juga meminta warga untuk tidak mudah percaya dengan informasi hoax akan perkembangan aktivitas Gunung Raung. Berkaca pada erupsi tahun 2015 lalu, karena kepanikan warga akan isu hoaks, banyak yang memilih menjual ternaknya dengan harga murah.

Meski dirasakan warga telah terjadi peningkatan aktivitas vulkanik, namun status Gunung Raung masih tetap waspada atau level II, dan tidak sampai mengganggu aktivitas warga berladang di kaki Gunung Raung. (bro)

Editor :