klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

17 Pejabat Sidoarjo telah Menjalani Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Pelaksanaan vaksin covid tahap kedua di Sidoarjo
Pelaksanaan vaksin covid tahap kedua di Sidoarjo

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – Sebanyak 17 orang yang terdiri dari jajaran Forkopimda, pejabat dan tokoh masyarakat telah menjalani vaksinasi tahap pertama pada tanggal 15 Januari 2021 lalu. Hari ini, Jumat (29/1/2021), mereka menerima vaksinasi tahap dua di gedung Hemodialisa RSUD Sidoarjo.

[irp]

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji berpesan, nanti setelah masyarakat mengikuti vaksinasi, bukan berarti terus bisa seenaknya sendiri dan melupakan protokol kesehatan.

“Saya sendiri yang sudah mengalami dan merasakan vaksin tahap pertama, tidak membuat saya lena dan betu-betul sangat berhati-hati. Karena meskipun telah divaksin bukan berarti langsung aman. Sama saja kondisinya seperti sebelum divaksin. Artinya belum aman dari Covid-19. Maka dari itu penerapan 3 M harus tetap ditaati,” jelas Sumardji, Kamis (28/1/2021) sore.

Saat ditanya apakah ada efek setelah divaksin tahap pertama, Sumardji mengatakan tidak merasakan perbedaan.

“Setelah vaksinasi tahap kedua, antibodi kita akan terbentuk, namun hanya 65 persen saja. Maka dari itu, mematuhi protokol kesehatan tetap merupakan kewajiban,” imbuh Sumardji.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, drg Syaf Satriawarman menjelaskan, pada vaksinasi tahap dua ini, penerima vaksin tetap harus mengikuti screening awal seperti riwayat penyakit.

“Setelah divaksin, penerima akan dipantau khususnya pada 30 menit pertama. Efek yang mungkin timbul adalah gatal pada tubuh dan bercak merah pada kulit. Setelah masa 30 menit berakhir namun masih muncul gejala lain, dipastikan hal tersebut bukan aikibat vaksinasi,” terang Syaf.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sidoarjo dr. Muhammad Athoillah mengatakan, suntikan vaksinasi covid-19 tahap kedua minimal berjarak 14 hari dari vaksinasi tahap pertama.

“Vaksinasi pertama berfungsi untuk pengenalan kepada tubuh tentang adanya virus . Sedangkan vaksinasi kedua merupakan penguatan tahap pertama. Biar tubuh mengenal dan membentuk serta memodifikasi sistem imun tubuh agar bisa menyamai virus covid-19,” terang Athoillah.

Ia menerangkan, sitem imun tubuh akan terbentuk sekitar satu bulan hingga 50 hari usai vaksin tahap kedua. “Efikasi vaksin Sinovac ini berkisar 65 persen. Artinya, bila nanti warga sudah tervaksin semuanya, dari 100 orang yang kemungkinan tertular hanya 35 persen saja. Hal ini membentuk kekebalan secara komunitas,” urainya.

Athoillah melanjutkan, virus covid-19 akan ada, namun tubuh manusia akan lebih terlindungi setelah divaksin. Ia mencontohkan penyakit difteri yang hingga kini masih ada. Namun saat ini yang terjangkit jauh berkurang karena telah banyak anak-anak yang telah di vaksin difteri.

Kabupaten Sidoarjo telah menerima 15.720 dosis vaksin covid-19. Yang telah terpakai untuk vaksinasi tenaga kesehatan berjumlah 5.830 dosis.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo drg Syaf Satriawarman mengatakan, vaksinasi tahap pertama difokuskan bagi tenaga kesehatan. Meskipun masih kurang karena jumlah nakes di Kota Delta sebanyak 11.200 orang, namun data telah disampaikan ke pemerintah pusat agar Sidoarjo mendapat tambahan vaksin.

“Tahap dua nanti, vaksin diperuntukan bagi TNI-Polri dan lembaga pelayan masyarakat, karena mereka seringkali bertemu dengan banyak orang. Sedangkan masyarakat akan menjalani vaksin tahap tiga sekitar Bulan Agustus 2021,” jelas Syaf. (bro)

Editor :