klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Bengawan Solo Mengering, Muncul Wisata Telatah Laren

avatar Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Terlihat muda mudi menikmati suasana wahana wisata dadakan dengan berswafoto di lokasi surutnya sungai Bengawan Solo (Achmad Bisri/klikjatim.com)
Terlihat muda mudi menikmati suasana wahana wisata dadakan dengan berswafoto di lokasi surutnya sungai Bengawan Solo (Achmad Bisri/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Lamongan - Menyusutnya air Bengawan Solo akibat kemarau panjang menjadi berkah bagi masyarakat sekitar. Pasalnya disepanjang Bengawan Solo tersebut kini berubah menjadi wahana wisata dadakan bernama Telatah Laren atau di bawah Jembatan Laren, kabupaten Lamongan.

“Sudah dua pekan lebih Telatah Laren ini didatangi masyarakat untuk melihat indahnya pemandangan saat matahari terbenam, dalam setiap hari pengunjung yang datang selalu meningkat,” kata seorang warga Laren, Rahmat, saat ditemui dilokasi, Senin (07/10/2019).

[irp]Menurut Rahmat wisata ini yang hanya diminati masyarakat Kecamatan Laren dan sekitarnya. Wisatawan dari luar daerah juga banyak berdatangan. "Fenomena menarik ditambah panorama menjelang matahari terbenam, tak heran jika paket ini menarik minat pengunjung untuk menyaksikannya," tambahnya.

Hal senada juga di sampaikan salah satu pengunjung, Yuliati mengatakan bahwa dirinya beserta suami dan anaknya merasa penasaran dan ingin melihatnya tentang Bengawan Solo yang katanya surut bahkan dibuat bermain anak-anak. “Orang bisa menyeberang dengan berjalan kaki atau pakai sepeda melintas di dasar Bengawan Solo dan anak-anak bermain bola,” tutur Yuliati.

[irp]

Viralnya wisata pantai dadakan tersebut menjadi inspirasi bagi kaum muda di daerah tersebut untuk menyediakan tempat untuk berswafoto. Berdasarkan cerita warga setempat, setiap tahun saat kemarau panjang tiba kondisi serupa kerap terjadi.

Musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan debit air Bengawan Solo menurun, dan hamparan pasir yang berada di dasar sungai timbul. Sehingga kondisi tersebut menjadi wahana bermain bagi masyarakat setempat.

"Namun, kondisi kemarau tahun ini lebih kering airnya dibanding tahun-tahun sebelumnya," kata warga setempat Nanang. Meskipun demikian, Nanang menghimbau masyarakat yang berkunjung ke Telatah Laren tersebut harus berhati-hati. Terutama bila ingin mandi di beberapa genangan air, tetap berhati-hati dan waspada. (bis/rtn)

Editor :