klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Istri Lagi Hamil dan Anak Perempuan Diajak Suami Rampok Toko di Malang

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Ilustrasi perampok
Ilustrasi perampok

KLIKJATIM.Com | Malang - Kebutuhan ekonomi yang makin terhimpit membuat pikiran orang menjadi sempit. Seperti yang dilakoni keluarga asal Pasuruan ini yang nekat merampok toko pracangan di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. 

[irp] 

Sekeluarga asal Kabupaten Pasuruan itu masing-masing Im (40), suami, S (35) istri yang hamil 8 bulan, serta IS (16) anak perempuan. Mereka merampok toko milik Dewi Masitoh di Poncokusumo Kabupaten Malang.  

Kapolsek Poncokusumo AKP Lutfi menjelaskan, perampokan itu  terjadi Kamis sore (14/1/2021). Modusnya, dua pelaku IS dan S berniat membeli kerupuk di toko tersebut.  Saat itu korban sempat meminta kedua pelaku pergi lantaran toko mau ditutup. Namun, salah satu pelaku berpura-pura mencari ponsel.

"Selanjutnya, pelaku ibu hamil (berinisial S) itu langsung mendorong korban hingga terjatuh. Kemudian membekap wajah korban hingga tidak bisa teriak," kapolsek.

Selanjutnya, dua pelaku lain yang merupakan berstatus anak inisial S tersebut, langsung mengikat kaki korban dengan tali rafia.  Tersangka bekerjasama untuk mengikat dan memegangi tangan korban, dan mengancam korban jika berteriak akan dibunuh.  Kedua anak perempuan pelaku itu kemudian mengambil sejumlah rokok dan uang dengan jumlah total Rp 200 juta lebih.

"Pelaku mengambil 6 pres rokok, dan tiga karung sak ukuran 5 kilogram dan 25 kilogram yang berisi Rp 100 ribuan dan jumlahnya Rp 200 juta. Uang tersebut diambil di atas kursi kasir," bebernya.

Para pelaku kemudian kabur setelah berhasil merampok sasarannya. "Korban pun ditinggal di dalam toko dengan keadaan terikat," imbuhnya.

Polsek  Poncokusumo yang mendapat informasi itu pun langsung melakukan penangkapan. Rupanya para pelaku masih belum kabur terlalu jauh dari lokasi kejadian.  Tiga pelaku berhasil diamankan, sementara satu pelaku yakni suami keluarga ini berhasil meloloskan diri.

"Mereka masih berada di sekitaran lokasi. Awalnya kami menanyakan KTP nya tapi tidak ada. Kami tanya tiga orang itu karena tidak pernah terlihat di sekitaran situ. Kemudian kami bawa ke Polsek akhirnya di Polsek ternyata benar bahwa itu pelakunya saat kami konfirmasi ke korban," pungkas AKP Lutfi. (hen)

Editor :