Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, menjelaskan, pelaku terdeteksi melakukan prostitusi online oleh patroli cyber Polresta Banyuwangi di media sosial. Melalui akun facebooknya, pelaku kemudian melakukan transaksi via WA
Kemudian, lanjut Arman, terjadi deal antara kedua belah pihak yang bersangkutan. Sehingga terjadilah perbuatan yang semestinya dilakukan oleh pasangan suami istri di sebuah hotel.
“Setelah terjadi kesepakatan perempuan yang dipesan dan harga bokingnya, dilakukanlah pertemuan dengan pria hidung belang di hotel melati di kecamatan Gambiran,” imbuhnya.
Arman menyebut, tarif paket setiap janda yang ditawarkan bervariasi. Mulai dari Rp 600 ribu hingga Rp 800 ribu sekali kencan. “Tarif tersebut termasuk biaya hotel, upah korban, dan fee yang didapat pelaku,” sebut Arman.
Selama enam bulan, para janda binaan N cukup laku keras. Mungkin kare a yang ditawarkan N rata-rata adalah para janda. “Tarifnya 600 sampai 800 ribu. Saya dapat komisi 200 ribu,” terangnya.
Selain menangkap pelaku, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit handphone, uang senilai Rp 600 ribu, dua buah kondom belum terpakai, dan sebuah kondom yang sudah terpakai."Kami akan menjerat tersangka dengan Pasal 506 atau 296 KUHP. Ancaman hukumannya 1 tahun,"pungkas Kapolresta Banyuwangi. (hen)
Editor :
Apriliana Devitasari