klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Ki Ompong Soedharsono Beraksi di Alun-Alun Sidoarjo Sampaikan Pesan Tentang Covid

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Dalang Ki Ompong Soedharsono saat memainkan wayang kontemporer di Monumen Jayandaru alun-alun Sidoarjo, Kamis (6/1/2021).
Dalang Ki Ompong Soedharsono saat memainkan wayang kontemporer di Monumen Jayandaru alun-alun Sidoarjo, Kamis (6/1/2021).

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – Dalang wayang kontemporer Ki Ompong Soedarsono (34) beraksi lagi di Kota Delta. Bertempat di depan Monumen Jayandaru kompleks alun-alun Sidoarjo, Ki Ompong mementaskan lakon Wayang Blang-Bleng Srawung Alam. Ia menyampaikan pesan mendalam tentang covid-19.

[irp]

“Dengan pementasan ini, saya ingin menyuntikkan dukungan moral kepada warga, karena setiap hari manusia itu bersingunggan dengan budaya meskipun dalam kondisi pandemi. Manusia tetap butuh silaturahmi. Nah, pentas wayang ini merupakan terapi non medis,” tutur Ki Ompong, Kamis (6/1/2021).

Pria kelahiran Blitar ini berharap, selain antar manusia, manusia juga harus lebih dekat dengan alam lewat roso prangoso. Bersilaturahmi dengan alam di sekitar kita. Ki Ompong mengatakan, saat ini covid hanya diderita oleh manusia, namun tidak dengan tumbuhan dan hewan. Maka itu ia berharap mausia bisa membangun katresnan dengan alam.

“Di tahun 2021 ini, manusia harus siaga hidup berdampingan dengan covid. Bagi saya, selain harus mematuhi protokol kesehatan, manusia harus tetap berbudaya. Dari tidur hingga tidur lagi, manusia melakoni kebudayaan. Ngopi, bertetangga, memuliakan, membuat orang lain bahagia itu juga termasuk berbudaya,” jelasnya.

Setiap kali mementaskan wayang kontemporernya, Ki Ompong senantiasa berpenampilan nyentrik yang mengundang perhatian. Misalnya kali ini, ia mengecat wajahnya dengan warna putih. Ia menyelipkan beberapa batang tumbuhan di pinggangnya serta di ikat kepalanya. Rambut gimbalnya sengaja ia biarkan terurai.

Ki Ompong selalu membawa tokoh wayang Bagong yang merupakan wakil tradisi dan Hasan yang mewakili kaum milenial. “Bagong merupakan bayang-bayang Semar. Sedangkan Hasan adalah sosok wayang milenial. Ia seorang murid. Ini untuk bahan edukasi juga agar kaum milenial tertarik dengan budaya wayang,” ucap Ki Ompong.

Selain berpenampilan unik, Ki Ompong Soedharsono juga seringkali memilih tempat yang 'aneh' untuk mementaskan wayangnya. Ia pernah pentas di sawah, sungai bahkan di kuburan. (mkr)

Editor :