klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Jembatan Penghubung Jatim-Jateng di Bojonegoro Diresmikan 3 Menteri

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro--Jembatan yang mengubungkan Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Blora diresmikan, Minggu (3/1/2021). Tiga menteri dan Gubernur Jawa Tengah hadir dalam peresmian tersebut.

[irp]

Tiga menteri yang hadir yakni Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga hadir dalam peresmian jembatan yang menghubungkan Jawa Timur dan Jawa Tengah itu.

Bupati Bojonegoro Anna Muawanah dan Bupati Blora Djoko Nugroho turut memimpin acara peresmian jembatan tersebut. Jembatan yang memiliki panjang sekitar 220 meter dan lebar 9 meter itu juga dibangun dengan waktu sekitar enam bulan dan untuk biaya jembatan tersebut dibangun menggunakan dana APBD Bojonegoro tahun 2020 senilai Rp 97,6 miliar.

"Alhamdulillah jembatan dengan nama Jembatan Terusan Bojonegoro-Blora (TBB) bisa diresmikan hari ini," ujar Bupati Bojonegoro Anna Muawanah.

Anna Mu'awanah menyampaikan, proses pembangunan jembatan ini dimulai pada 1 Juli 2020 yang ditandai dengan groundbreaking di lokasi dan tuntas diselesaikan pada akhir tahun 2020. Artinya jembatan ini selesai dalam waktu kurang lebih 6 bulanan.

Sementara, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bahwa jembatan Terusan Bojonegoro-Blora sudah lama diidamkan masyarakat dari dua kabupaten itu. Mereka yang hendak menyeberang Bengawan Solo, harus menggunakan perahu sederhana.

"Ini jembatan yang sudah lama diidamkan masyarakat dari dua kabupaten ini, yakni Blora dan Bojonegoro. Hari ini sudah jadi, mudah-mudahan yang beresiko tinggi karena nyeberangnya pakai getek, pakai perahu, besok bisa lewat jembatan ini," katanya.

Dia juga mengapresiasi kerjasama yang baik antara Pemkab Blora dan Bojonegoro. Selain itu, Jembatan Terusan Bojonegoro-Blora juga merupakan bukti kerjasama yang baik antara Pemprov Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Mensesneg Pratikno juga mengapresiasi kerjasama yang baik antara dua wilayah, baik Kabupaten maupun Provinsi atas terbangunnya jembatan itu. Hal itu menegaskan, bahwa pelayanan masyarakat harus dilakukan secara bersama-sama.

"Jembatan ini menghubungkan masyarakat dua Kabupaten dan dua Provinsi. Kami sangat mengapresiasi hal ini, dan inisiatif ini perlu dikembangkan pada daerah lain," ujarnya.

Sedangkan Menteri PUPR RI Mochamad Basuki Hadimuljono menambahkan, di tahun 2021 ini mempunyai program yang diprakarsai oleh Mensesneg, yakni membangun jalan baru Napis-Watujago sepanjang 14km dengan lebar 7 meter dan peningkatan jalan Ngambon-Pasar Dawe. "Serta nantinya ada tembusan Karangjati dan Pasar Taji ke jalan Nasional. Sehingga tak ada lagi masyarakat terisolir dan meningkatkan ekonomi," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi inisiatif 2 kabupaten di 2 provinsi atas inisiatif untuk melaksanakan konektivitas dan gotong royong membangun daerah berbasis kawasan. "Bukan Bupati yang mendukung Presiden. Tapi presiden lah yang mendukung program Bupati untuk terus membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkas Menteri PUPR RI.(mkr)

Editor :