KLIKJATIM.Com | Jember - Pemerintah Kabupaten Jember bersama Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember saat ini sedang dibuat pusing dalam menangani Covid-19. Itu terjadi lantaran hampir semua hotel di Kabupaten Jember, menolak dijadikan tempat isolasi orang terkonfirmasi positif virus Corona atau Covid-19.
[irp]
Penolakan itu menjadi beban bagi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jember karena pada saat yang sama terjadi lonjakan jumlah pasien positif Covid-19 di Jember. Bahkan kini Jember masuk dalam zona merah dalam penyebaran virus asal Wuhan Cina ini.
Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19, Mad Satuki mengakui, tidak ada hotel di Jember yang mau ditempati pasien Covid-19 sebagai lokasi isolasi. Padahal, pihaknya sudah melakukan survei dan menyiapkan Perjanjian Kerja Sama. "Terakhir ada satu hotel yang mau, namun pemilik saham tidak satu suara, ada yang setuju dan ada yang tidak setuju, sehingga juga batal," ujar Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19, Mad Satuki.
Dijelaskan, ada satu hotel yang awalnya bersedia di Kecamatan Kaliwates. Namun empat dari lima orang pemilik saham hotel tersebut, tidak setuju hotel itu dijadikan tempat isolasi. Akhirnya, batal sudah rencana Satgas Penanganan Covid-19 Jember memakai hotel sebagai tempat isolasi, selain Jember Sport Garden (JSG).
Pemakaian hotel sebagai tempat isolasi yang difasilitasi pemerintah daerah, merupakan arahan dari Satgas Pusat Penanganan Covid-19. Kabupaten Jember telah memakai JSG sebagai tempat isolasi bagi orang terkonfirmasi Covid-19 yang tanpa gejala. Satuki menambahkan, saat ini tempat isolasi JSG sudah penuh.
"Kalaupun ada kosong, satu atau dua tempat tidur, namun terisi lagi. Begitu terus, akhir-akhir ini. Sehingga JSG sudah full," imbuhnya.
Karenanya, mereka yang terkonfirmasi positif namun tanpa gejala, Satgas menyarankan kepada mereka untuk isolasi mandiri di rumah. "Jalan keluarnya isolasi mandiri dengan diawasi pihak puskesmas setempat. Kami imbau kepada masyarakat untuk disiplin dalam melakukan isolasi mandiri, supaya tidak menularkan kepada orang lain," tegasnya.
Berdasarkan data, tempat tidur penanganan pasien Covid-19 nyaris penuh sampai 25 Desember 2020. Berdasarkan data tersebut, tempat tidur ICU yang terpakai mencapai 77 persen dan tempat tidur isolasi terpakai mencapai 75 persen. Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mempersiapkan rumah sakit lapangan di Kabupaten Jember, yakni di RS Paru. (hen)
Editor : Abdus Syukur