klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Khofifah Apresiasi PMI Jatim Gercep Tangani Bencana, 6 Jam Sudah Sampai Lokasi

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Provinsi Jatim Masa Bakti 2020-2025 di Gedung Negara Grahadi Surabaya.
Pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Provinsi Jatim Masa Bakti 2020-2025 di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

KLIKJATIM.Com | Surabaya—Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasinya atas kinerja dan gerak cepat (gercep) Palang Merah Indonesia (PMI) Jatim dalam menjalankan tugas kemanusiaan setiap terjadi bencana.

[irp]

Dikatakan Khofifah, SOP bagi PMI kabupaten/kota tempat bencana, paling lambat 6 jam setelah terjadi bencana, relawan PMI sudah sampai lokasi kejadian. Untuk itu, di musim hujan saat ini yang harus diwaspadai adalah bencana hidrometeorologi.

Untuk menghadapi bencana yang dipengaruhi oleh faktor cuaca seperti banjir, longsor, angin puting beliung tersebut, Khofifah mengajak PMI memperkuat sinergi bersama Pemprov Jatim dengan membuat Rencana Kontijensi untuk meminimalisir terjadinya korban dan resiko atau zero kematian.

“Kami harap PMI Jatim bersama tim Pemprov tidak hanya BPBD tapi juga dinas terkait seperti Dishub, PU Cipta Karya, PU Sumber Daya Air, PU Bina Marga dan Dinas Sosial kami minta bersama-sama menyusun Rencana Kontijensi sehingga jelas siapa berbuat apa, pembagian tugasnya serta bagaimana yang harus dilakukan masyarakat. Mengingat yang harus kita tangani cukup luas,” ujar Khofifah, Senin (14/12/2020).

Dengan memperkuat sinergi antara PMI dan Pemprov Jatim, maka kejadian baik bencana alam maupun kemanusiaan di Jatim dapat tertangani dengan baik. Utamanya dalam memberikan kecepatan layanan ini menjadi bagian yang sangat penting bagi masyarakat.

Sementara Ketua Umum PMI Muhammad Jusuf Kalla mengatakan, PMI selalu siap siaga ketika terjadi bencana baik banjir, gunung meletus, maupun pandemi Covid-19 yang saat ini tengah melanda Indonesia dan seluruh negara di dunia.

“Itu menjadi tugas kita semua, PMI, untuk membantu dengan tujuh prinsip PMI seperti kemandirian, kemanusiaan, tidak diskriminatif, dan lain-lain,” katanya.

JK mengatakan, saat ini jumlah kasus Covid-19 di Indonesia telah menembus angka 600 ribu kasus. Di tengah situasi sulit ini, ia mengajak semua pihak untuk saling membantu dan bekerja bersama-sama.

“Untuk mengatasi pandemi ini hanya dengan cara, pertama disiplin masyarakat dalam melakukan 3 M yakni memakai masker, jaga jarak dan juga cuci tangan. Itu adalah perilaku yang harus dilakukan oleh masyarakat sendiri disamping tugas pemerintah yakni 3T yakni mengetes (testing), menelusuri (tracing) dan mengobati (treatment),” jelasnya.

Menurutnya, saat ini selain memiliki tugas di bidang donor darah, PMI mempunyai tugas dalam penyediaan plasma konvalesen atau plasma darah dari mantan pasien terpapar virus Covid-19. Dimana ada 15 PMI di Indonesia yang memiliki kemampuan menyediakan plasma konvalesen tersebut, salah satunya PMI Kota Surabaya.

”Saya yakin di Surabaya ini kegiatan donor darahnya termasuk sangat baik. Apalagi selama bertahun-tahun saya di PMI, apabila ada penyerahan sertifikat penghargaan donor darah sukarela terbanyak pasti dari Jawa Timur, selalu nomor satu. Artinya adalah masyarakat Jawa Timur itu sangat mengerti dan memahami amal ibadah, malah kadang-kadang daerah lain seperti Sumatera kalau kekurangan stok darah mintanya bukan ke Jakarta tapi ke Jawa Timur,” tandasnya. (mkr)

Editor :