klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Juragan Toko Elektronik Duel Dengan Maling, Hasilnya Maling Kalah Gesit dan Kabur

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Pemilik toko, Junaedi (kiri) menjelaskan kronologis kejadian dirinya duel dengan pelaku di lantai 2 gudang elektronik.
Pemilik toko, Junaedi (kiri) menjelaskan kronologis kejadian dirinya duel dengan pelaku di lantai 2 gudang elektronik.

KLIKJATIM.Com | Probolinggo - Duel maut antara pemilik gudang elektronik di Kota Probolinggo dengan maling nyaris merenggut nyawa si pencuri. Itu terjadi karena Junedi (51) pemilik toko di Jalan Gatot Subroto (Gatsu), Kota Probolinggo, sudah menguasai pisau pelaku namun tak tega menusuknya.

[irp]

Alhasil karena Junaedi tidak menghunuskan pisau, pelaku kabur terbirit-birit ke luar toko, Jumat (11/12/2020) siang. Menurut Junaedi, Jumat sekitar pukul 11.30 dia sebenarnya berjaga di toko, namun mendapat kabar kalau ada kiriman barang elektronik di gudangnya di di Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan itu.

Korban yang berdomisili di Warga Desa Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo menceritakan, setelah mendapat kabar kiriman barang, dia lantas menuju gudangnya yang hanya berjarak 1 Km dari tokonya. Setiba di gudang dia melihat ada sesuatu yang tidak beres, yakni tatanan dus yang berantakan.Lebih kaget lagi, korban mendapati ada jaket warna hitam yang tergeletak di lantai 2. Begitu korban memeriksa kamar mandi, ternyata ada pelaku pencurian yang bersembunyi. Pelaku yang terkejut kemudian berusaha menyerang Junaedi dengan sebilah pisau. Saat itu terjadi pergumulan fisik karena korban berusaha merebut pisau pelaku."Pikiran saya daripada saya menjadi korban lebih baik saya dahului merebutnya. Sebab, pelaku mengancam akan membunuh saya jika saya berteriak,"kata korban.Aksi rebutan pisau terjadi cukup lama sekitar 10 menit, hingga akhirnya keduanya jatuh ke lantai 1. Saat itu korban berhasil menguasai pisau dan menindih pelaku yang kesakitan karena terjatuh dari lantai 2. "Saat itu saya berpikir untuk menusuk pelaku, namun saya tidak tega dan mikir nanti justru saya yang menjadi tersangka pembunuhan," imbuh Junaedi.Saat korban lengah, pelaku menendang tubuh korban kemudian melarikan diri keluar gudang. Korban sempat mengejar, namun pelaku sudah menghilang. Sebenarnya saat kejadian ada dua saksi, yakni sopir dan pengantar barang yang melihat perkelahian tersebut. Namun mereka tidak berani mendekat.Kernet hanya melihat perkelahian itu. Lalu rekannya sopir, berteriak-teriak meminta tolong warga sekitar. Junaidi sendiri sudah berteriak maling. Akhirnya pelaku melarikan diri keluar toko. “Padahal ada dua orang yang mengirimkan barang dan saya sudah teriak maling-maling. Tapi bukannya membantu menangkap, malah diam saja melihat pelakunya kabur,” sesal Junaidi.

Tak lama kemudian, anggota Polsek Mayangan tiba di lokasi kejadian. Termasuk tim identifikasi Satreskrim Polres Probolinggo Kota. Sementara Junaidi masih terbaring lemas usai berduel dan berebut pisau dengan pelaku.

“Dugaanya pelaku masuk dari atas. Lalu mungkin dia ketiduran atau yaapa, saya tidak paham. Soalnya di atas ada tempat yang disiapkan untuk tidur pelaku,” kata Junaidi sembari terbujur lemas.

Kanit Reskrim Polsek Mayangan Iptu Mugi menjelaskan, berdasarkan keterangan sementara diketahui pelaku berkaus hitam dan melarikan diri ke arah utara. Tingginya sekitar 165 sentimeter. "Pelaku masih dalam pengejaran saat ini," terang dia.

Sementara itu Abdul Latif (25) warga Besuki, Bondowoso yang mengirim barang mengaku, dirinya ketakutan saat melihat Juandi berkelahi dengan pelaku. Sehingga ia meminta Yana sopir barang itu untuk memanggil warga sekitar. Meski pada akhirnya pelaku berhasil kabur. “Saya takut. Makanya saya nyuruh teman saya untuk minta tolong ke warga,” katanya. (hen)

Editor :